Ambon, Maluku — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menegaskan komitmennya mendorong reformasi tata kelola pasar tradisional dengan menekankan peran strategis Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik. Fokus utama pembenahan diarahkan pada Pasar Mardika yang dinilai masih menghadapi persoalan mendasar, terutama terkait ketertiban, kebersihan, dan daya saing.
Penegasan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri momentum groundbreaking proyek Water Front City Ambon di kawasan Batu Merah waktu lalu.
Ia mengungkapkan bahwa sejak awal menjabat, keluhan masyarakat terhadap kondisi Pasar Mardika menjadi salah satu isu paling dominan yang diterimanya.
“Beberapa waktu yang lalu beta tunjuk Pak Jais Ely sebagai Kadis Perindag Maluku, dengan harapan, kalau bisa, Pak Kadis baru ini, bisa menata Pasar Mardika. Menjadi tetangga pasar Batu Merah,”
“Kalian bersaing secara sehat. Yang nanti akan menggait pengguna jasa pasar dalam hal ini pembeli maupun penjual adalah, bagaimana memastikan tata kelola pasar itu lebih baik,” tekan Lewerissa (08/04/2026).
Menurutnya, pembenahan Pasar Mardika harus ditempatkan dalam kerangka pembangunan ekonomi daerah yang lebih luas.
Pasar tidak hanya berfungsi sebagai pusat transaksi, tetapi juga sebagai wajah pelayanan publik yang mencerminkan kualitas tata kelola pemerintah daerah.
Ia menekankan bahwa standar dasar seperti sanitasi dan kebersihan harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan pasar.
Selain itu, kedekatan kawasan pasar dengan wilayah pesisir menuntut adanya pengelolaan lingkungan yang lebih disiplin dan bertanggung jawab.
“Pastikan sanitasinya, kebersihan, dan tentu meski dia dibangun atau berdekatan dengan laut, jangan buang sampah di laut,” tegasnya.
Lebih lanjut, Gubernur mendorong Dinas Indag untuk segera merumuskan sistem pengelolaan sampah yang modern dan terintegrasi, guna menciptakan ekosistem pasar yang sehat serta berdaya saing.
“Harus ada mekanisme penanganan sampah pasar yang proporsional, modern, terkelola dengan baik agar berdampak buat masyarakat Maluku dan Kota Ambon,” tambahnya.
Arahan orang nomor satu di Maluku itu mendorong transformasi pasar tradisional menuju sistem yang lebih tertib, higienis, dan kompetitif.
Dengan posisi strategisnya sebagai pusat aktivitas ekonomi rakyat, Pasar Mardika diharapkan Pemerintah berjargon Lawamena mampu berkembang menjadi simpul perdagangan yang tidak hanya efisien, tetapi juga memberikan kenyamanan bagi pedagang dan konsumen.
Upaya ini sekaligus menjadi bagian dari strategi penguatan ekonomi lokal berbasis sektor riil, dengan menempatkan pasar tradisional sebagai pilar penting dalam menjaga stabilitas distribusi barang dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.***














Komentar