Atlet Berprestasi “Bad Boy from Kei” Diduga Terseret Kasus Penikaman Ketua Golkar Malra

Avatar photo

- Jurnalis

Minggu, 19 April 2026 - 10:53 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku— Kasus penikaman yang menewaskan Ketua DPD Partai Golkar Maluku Tenggara, Nus Rumatora alias Nus Kei, mengungkap fakta mengejutkan. Salah satu terduga pelaku, Hendraikus (Hendrikus) Rahayaan (28), diketahui merupakan atlet bela diri berprestasi yang dikenal dengan julukan “Bad Boy from Kei”.

Peristiwa penikaman terjadi pada Minggu (19/4/2026) sekitar pukul 11.25 WIT di area pintu keluar Bandara Karel Sadsuitubun, sesaat setelah korban tiba dari Jakarta. Korban diserang secara tiba-tiba menggunakan senjata tajam sebelum akhirnya meninggal dunia akibat luka serius.

Kepolisian bergerak cepat. Dalam waktu kurang dari dua jam, aparat Polres Maluku Tenggara berhasil mengamankan dua terduga pelaku, masing-masing Hendraikus Rahayaan dan Finansius Ulukyanan (36), yang diketahui berasal dari Desa Hollat.

Sorotan publik kini tertuju pada sosok Hendraikus. Di luar kasus yang menjeratnya, ia dikenal sebagai atlet bela diri potensial asal Kepulauan Kei. Lahir di Desa Watran dan dibesarkan di Desa Hollat, Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, Hendraikus merupakan anak bungsu dari sembilan bersaudara pasangan Rafael Rahayaan dan Rufina Ulukyanan.

Perjalanan kariernya di dunia bela diri dimulai dari Sasana Rambo Muay Thai 4294 di Semarang. Di tempat tersebut, ia membangun fondasi teknik dan mental bertarung sebelum memutuskan kembali ke daerah asalnya. Di Maluku Tenggara, ia bergabung dengan Sasana 3H Gym di kawasan Perumnas untuk mengembangkan kemampuan sekaligus membawa nama daerah di ajang kompetisi.

Langkah tersebut membuahkan hasil. Hendraikus mencatat sejumlah prestasi, di antaranya medali emas cabang Wushu pada Pekan Olahraga Provinsi (Popmal) Maluku, dua medali emas di ajang One Pride MMA, serta medali emas Pra-PON dan medali perunggu pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

Dikenal memiliki gaya bertarung agresif dan penuh tekanan sejak awal ronde, julukan “Bad Boy from Kei” melekat kuat pada dirinya. Ia juga menguasai berbagai disiplin bela diri, mulai dari Muay Thai, kickboxing, tinju, hingga mixed martial arts (MMA).

Setelah menorehkan prestasi di daerah, Hendraikus kembali ke Semarang untuk melanjutkan studi sekaligus memperkuat kariernya. Ia bahkan sempat meraih medali emas dalam turnamen Muay Thai Open se-Jawa dan tengah dipersiapkan untuk kembali tampil di ajang One Pride MMA.

Baca Juga :  Pemkot Lakukan Evaluasi dan Uji Kompetensi JPT, Wujudkan Penataan Birokrasi Berkelanjutan

Namun, perjalanan karier yang tengah menanjak itu kini tercoreng oleh keterlibatannya dalam kasus kriminal serius. Kepolisian menegaskan bahwa proses hukum akan berjalan objektif dan profesional tanpa memandang latar belakang pelaku.

Kepala Bidang Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menyatakan bahwa pihaknya masih mendalami motif serta peran masing-masing pelaku dalam insiden tersebut.

“Penanganan kasus ini dilakukan secara cepat, profesional, dan terukur. Kami masih melakukan pendalaman terkait motif dan keterlibatan para pelaku,” ujarnya.

Kapolda Maluku juga telah menginstruksikan jajarannya untuk mengusut tuntas perkara ini secara transparan, sekaligus menjaga stabilitas keamanan di wilayah Maluku Tenggara.

Kasus ini menjadi perhatian luas, tidak hanya karena korbannya merupakan tokoh politik daerah, tetapi juga karena salah satu terduga pelaku memiliki latar belakang sebagai atlet berprestasi yang sebelumnya dikenal sebagai inspirasi bagi generasi muda.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore
BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 10:56 WIT

Sengketa Lahan Blok Masela Berlarut, Masyuri Usulkan Kisar, Malra atau Offshore

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru