Doa Adat Lermatang Mengawali Pendataan Lahan: Satgas dan Masyarakat Bersatu Padu

- Jurnalis

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:52 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

TANIMBAR, Trending-Maluku.com, – Suasana khidmat menyelimuti pertemuan antara Tim Satgas dan tetua adat Lermatang, Rabu (3/6/2026). Setelah berminggu-minggu berdiskusi di meja musyawarah, langkah konkret akhirnya diambil. Tidak dengan gegap gempita, Tim Satgas Pendataan justru memulainya dengan sebuah ritual penuh makna: doa adat bersama para tetua.

Doa yang dipanjatkan bukanlah sekadar seremonial. Di dalamnya terkandung permohonan restu kepada Tuhan dan para leluhur agar proses pendataan lahan warga dapat berjalan lancar, aman, dan penuh berkah.

“Kami mohon agar tidak ada halang-rintang dalam proses ini. Semua unsur harus bergerak seirama,” ujar salah satu tetua adat usai memimpin doa.

Seluruh elemen tampak hadir dan bersatu padu: pemerintah desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga anggota Satgas. Tak ada sekat. Semua duduk bersama dalam satu lingkaran adat.

Menuju Lokasi 662 Hektar
Usai ritual, rombongan Satgas yang didampingi para tetua adat, tokoh agama, dan tokoh masyarakat segera menuju lokasi 662.

Baca Juga :  100 Hari Kerja, Bodewin Tegaskan Pemkot Ambon Bergerak untuk Lima Tahun Kepemimpinan

Di tempat itulah prosesi penyerahan lahan seluas 662 hektar oleh masyarakat Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, untuk mendukung pembangunan infrastruktur Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela dilakukan.

Prosesi yang berlangsung secara adat tersebut dipimpin langsung oleh para tetua melalui ritual doa adat yang sakral, sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur sekaligus simbol restu terhadap pembangunan.

Kolaborasi Hangat, Tanpa Kecanggungan
Yang menarik, tak ada kecanggungan atau ketegangan. Sebaliknya, kolaborasi hangat justru terlihat jelas.

Kehadiran Tim Satgas TNI bersama perwakilan Inpex Corporation disambut dengan penuh kehangatan oleh masyarakat.

Senyum dan sikap terbuka yang ditunjukkan warga menjadi simbol dukungan terhadap pembangunan yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi masa depan Tanimbar.

Turut hadir Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Tanimbar bersama Kapolres Kepulauan Tanimbar yang menyaksikan langsung prosesi adat tersebut.

Baca Juga :  Hadiri Musrembang RKPD 2026, HIPMI SBB Dorong Percepatan Pembangunan Infrastruktur dan Kolaborasi Strategis

Kehadiran unsur pemerintah daerah dan aparat keamanan dinilai penting untuk memastikan proses berlangsung aman, tertib, dan penuh penghormatan terhadap nilai-nilai adat.

Harapan Warga: Jangan Ada Pihak Dirugikan
Di balik kebersamaan itu, seorang warga menyampaikan harapannya kepada Tim Satgas. Ia berharap setelah pendataan, KJBP tetap memperhatikan hak-hak masyarakat Lermatang terkait tanah dan tanaman agar tidak merugikan warga.

“Harus ada diskusi dengan masyarakat untuk menentukan harga tanaman sesuai Perda terbaru 2026. Dihitung berdasarkan nilai ekonomisnya, biar masyarakat jangan jadi korban,” tegasnya.

Momentum Bersejarah
Penyerahan lahan seluas 662 hektar ini menjadi salah satu tahapan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur Blok Masela, Proyek Strategis Nasional dengan potensi besar bagi pengembangan ekonomi kawasan Indonesia Timur, khususnya Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Prosesi adat ini menjadi momentum bersejarah yang menunjukkan bahwa pembangunan dan nilai-nilai budaya dapat berjalan berdampingan.

Di tengah semangat menjaga warisan leluhur, masyarakat Desa Lermatang menunjukkan komitmen untuk berpartisipasi dalam pembangunan daerah demi kemajuan Tanimbar dan generasi mendatang.

 

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT