Pesta Kemenangan Belanda di Ambon, Polisi Sebar Pengamanan di Titik Strategis

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 26 Juni 2026 - 02:43 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

πŸ™ Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Euforia kemenangan Timnas Belanda atas Tunisia pada laga terakhir Grup F Piala Dunia FIFA 2026 memicu gelombang perayaan besar-besaran di Kota Ambon, Jumat (26/6/2026).

Ribuan pendukung Oranje turun ke jalan menggelar konvoi dan pawai kemenangan yang memadati sejumlah ruas jalan utama di ibu kota Provinsi Maluku tersebut.

Di tengah antusiasme massa yang meluap, jajaran Kepolisian Daerah Maluku dalam hal ini Satuan Lalu Lintas menerapkan pengamanan ketat di berbagai titik strategis untuk memastikan perayaan berlangsung aman, tertib, dan tidak mengganggu aktivitas masyarakat.

Pantauan di lapangan menunjukkan aparat telah disiagakan sejak pagi hari. Sejumlah ruas jalan menuju pusat Kota Ambon dijaga ketat guna mengantisipasi penumpukan massa dari berbagai kawasan yang hendak bergabung dalam satu titik konsentrasi besar.

Strategi pengamanan dilakukan tampaknya seperti pembagian zona dan pengalihan arus massa.

Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengurai kepadatan sekaligus mencegah kemacetan panjang di pusat kota.

Di kawasan Underpass Sudirman, petugas melakukan penyekatan terhadap rombongan konvoi yang datang dari arah Passo, Galala, Halong dan lain lain termasuk Poka, Waiheru, transit Passo, Laha, hatu dan sekitarnya.

Sementara di Jembatan Batu Merah, aparat mengarahkan massa dari kawasan STAIN, Kebun Cengkih, Galunggung hingga Tantui untuk berputar kembali dan tidak bergerak menuju titik keramaian yang sama.

Baca Juga :  Wakil Walikota: Pemkot Ambon Dukung Penuh Program TMMD

Pengamanan juga terlihat di sepanjang ruas Jalan Pattimura, mulai dari depan Kantor Taspen hingga kawasan Gong Perdamaian Dunia (GPD). Di titik ini, petugas mengatur agar massa dari dalam kota tidak bergabung dengan rombongan konvoi yang datang dari arah Tantui dan kawasan timur Ambon.

Sementara itu, di kawasan Waringin, aparat melakukan penjagaan terhadap arus massa dari wilayah Benteng, Salobar dandan sekitarnya yang hendak masuk ke pusat kota.

Kehadiran personel kepolisian di berbagai titik mendapat respons positif dari masyarakat. Meski jumlah peserta pawai mencapai ribuan orang, situasi lalu lintas secara umum tetap terkendali dan tidak terjadi gangguan keamanan yang berarti.

Perayaan kemenangan Belanda memang memiliki makna tersendiri bagi masyarakat Maluku, khususnya Kota Ambon. Sejak puluhan tahun lalu, Belanda menjadi salah satu tim nasional dengan basis pendukung terbesar di daerah ini.

Faktor sejarah, hubungan sosial-budaya, hingga banyaknya warga Maluku yang memiliki ikatan keluarga dengan Negeri Belanda menjadikan Oranje memiliki tempat khusus di hati para penggemarnya.

Baca Juga :  Nanaku Maluku Kawal Laporan Dugaan Korupsi Irigasi Sariputih di Polda Maluku

Fenomena dukungan terhadap Belanda bahkan telah menjadi bagian dari tradisi sepak bola masyarakat Ambon.

Setiap kali turnamen besar seperti Piala Dunia dan Piala Eropa berlangsung, atribut berwarna oranye mudah ditemukan di berbagai sudut kota.

Mulai dari bendera, kaus, syal hingga dekorasi kendaraan menghiasi jalanan ketika Belanda bertanding.

Kemenangan 3-1 atas Tunisia semakin membakar semangat para pendukung. Dalam pawai yang berlangsung hingga siang hari, ribuan fans membawa bendera Belanda berukuran besar, menyalakan klakson kendaraan dan menyanyikan lagu-lagu dukungan bagi tim asuhan Ronald Koeman.

Belanda sendiri tampil dominan dalam laga yang berlangsung di Kansas City Stadium, Amerika Serikat. Oranje membuka keunggulan cepat melalui gol bunuh diri pemain Tunisia, Ellyes Skhiri, pada menit ketiga sebelum Brian Brobbey menggandakan keunggulan empat menit kemudian.

Tunisia sempat memperkecil ketertinggalan melalui H. Mastouri pada menit ke-54. Namun gol Jan Paul van Hecke di menit ke-62 memastikan kemenangan Belanda dengan skor akhir 3-1.

Hasil tersebut mengantar Belanda melaju ke fase gugur Piala Dunia FIFA 2026 dan sekaligus memantik pesta kemenangan para pendukungnya di Ambon, kota yang selama ini dikenal sebagai salah satu “basis Oranje” terbesar di Indonesia.

Berkat pengamanan berlapis yang diterapkan aparat kepolisian, euforia ribuan pendukung Belanda dapat berlangsung meriah tanpa mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Ambon.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Aarah Pembangunan Maluku Tengah
Sudah Cukup Dijanjikan, Pemuda Lermatan siap Palang Lahan 662, Tuntut Kepastian Pembayaran
Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Aarah Pembangunan Maluku Tengah

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIT

Sudah Cukup Dijanjikan, Pemuda Lermatan siap Palang Lahan 662, Tuntut Kepastian Pembayaran

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT