Masyarakat Lermatang Minta Pangdam Kembali Tugaskan Satgas Pengamanan Pasca Groundbreaking

- Jurnalis

Kamis, 23 Juli 2026 - 12:23 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

TANIMBAR, TRENDING-MALUKU.COM, – Meski proses groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela telah berjalan, suara resah mulai terdengar dari masyarakat Desa Lermatang, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Mereka meminta Pangdam XV/Pattimura untuk kembali menempatkan Satuan Tugas (Satgas) Pengamanan pasca pelaksanaan groundbreaking. Permintaan ini muncul menyusul polemik yang timbul dalam proses pendataan tanaman tumbuh (tatanaman) yang dinilai merugikan warga.

Menurut pernyataan warga yang dihimpun, kehebohan ini disebabkan oleh perubahan perilaku Tim Penanganan Dampak Sosial (PDSK) atau Tim Data (TIMDU) yang bertugas di lapangan.

Masyarakat membandingkan pendataan yang dilakukan sebelum groundbreaking dengan pendataan yang berlangsung saat ini.

“TIMDU yang pertama tanpa pengawalan aparat, mereka sangat mengerti masyarakat Lermatang, aman-aman saja,” ujar FB salah satu warga Lermatang kepada media, Jumat (24/7/2026).

Baca Juga :  NGOPI IAKN Ambon Bahas Kebebasan Akademik, Dr. Saidin Ulas Tantangan Kebebasan Akademik Masa Kini

“Tapi TIMDU yang kedua ini mulai main kurang ajar, jangan buat polemik ulang di masyarakat,” tegasnya dengan nada kesal.

Warga menyoroti adanya pengurangan jumlah tanaman tumbuh milik mereka yang dinilai tidak wajar. Masyarakat mempertanyakan dasar pengurangan tersebut karena tidak pernah ada sosialisasi yang jelas terkait standar penilaian tanaman tumbuh kepada mereka .

“Mengapa kurangi masyarakat punya tanaman tumbuh? Jangan bikin masyarakat mengamuk lalu barang-barang mantah semua,” ancam FB warga yang mengatasnamakan masyarakat Lermatang.

Ironisnya, masalah muncul justru saat aparat keamanan ikut mendampingi tim PDSK di lapangan, sementara pendataan pra-groundbreaking tanpa pengawalan aparat dinilai berjalan lancar tanpa gesekan dengan warga.

Masyarakat menduga ada intervensi dalam pekerjaan tim pendataan saat ini yang menyebabkan kerugian bagi warga.

Saat dikonfirmasi, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Brampi Moriolkossu, menyebut pengurangan tanaman dilakukan untuk menghindari dampak hukum di kemudian hari.

Pihaknya menjelaskan proses penilaian dilakukan oleh Timdu secara independen sebagai acuan pembayaran kompensasi.

Sementara itu, Pangdam XV/Pattimura sebelumnya telah memastikan pengamanan ketat untuk agenda groundbreaking yang dinilai sukses.

Pasca agenda besar tersebut, masyarakat kini berharap perhatian aparat keamanan tetap ada untuk mencegah konflik agraria berkepanjangan di wilayah mereka.

“Kami tidak anti proyek, tapi hak kami harus dihargai. Kalau sebelum Groundbreaking dulu bisa beres tanpa masalah, kenapa sekarang malah bergejolak? Kami minta keadilan, kami minta pangdam kembali pimpin proses pemenuhan hak-hak warga” pungkas FB.

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT