TANIMBAR, Trending-Maluku.com, — Samar-samar denting musik tradisional terdengar dari kejauhan, bercampur dengan deru kendaraan yang memadati jalan-jalan sempit di Saumlaki. Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang selama ini menjadi titik sepi di peta Maluku, mendadak berubah jadi panggung utama perjalanan energi nasional.
Hitung jam lagi, tanah seluas 5,5 hektar di Desa Lermatang akan mengukir sejarah. Kamis (16/7/2026), Presiden RI dijadwalkan memimpin peletakan batu pertama Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela, sebuah momen yang dinanti puluhan tahun oleh masyarakat Tanimbar dan Maluku.
“Kami sudah menunggu sejak dulu. Hari ini mimpi itu mulai terwujud,” ujar salah satu tetua adat dengan suara bergetar, usai memanjatkan doa adat di lokasi acara, Senin (13/7/2026).
Dari Sepi Menjadi Pusat Perhatian
Tranformasi Tanimbar dalam beberapa pekan terakhir sungguh mencengangkan. Bandara kecil yang biasa hanya melayani penerbangan ATR 72 dan perintis, kin dipadati pesawat charter berisi pejabat dan tim teknis.
Hotel-hotel di Saumlaki dilaporkan full booked hingga sepekan ke depan, dan warung makan tak pernah sepi dari pengunjung.
Para pedagang lokal tersenyum lebar. Omzet mereka melonjak drastis. “Biasanya sepi, sekarang sampai kehabisan stok. Ini berkah buat kami,” kata Salma, pemilik warung sembako di pinggir jalan menuju Lermatang.
Tak hanya itu, suasana gotong royong tampak begitu kental. Para pemuda desa bahu-membahu membersihkan jalan, tokoh adat berdampingan dengan aparat keamanan, sementara ibu-ibu menyiapkan hidangan untuk para tamu. Ini bukan sekadar persiapan acara, ini adalah ekspresi kebersamaan yang sudah lama terpendam.
Persiapan Matang di H-1
Di lokasi utama, tenda-tenda raksasa berdekorasi khas Maluku telah berdiri kokoh. Panggung VVIP, pusat media, hingga jalur evakuasi darurat diperiksa berulang kali oleh tim gabungan.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa bersama Pangdam XV/Pattimura Mayjen TNI Dodi Triwinarto terlihat turun langsung meninjau kesiapan akhir. Forkopimda memastikan seluruh aspek pengamanan terutama untuk rombongan presiden nantinya berjalan tanpa celah.
PLN UP3 Saumlaki pun mengerahkan tim teknis untuk memastikan pasokan listrik stabil. Sementara helipad darurat di Lermatang terus digenjot pengerjaannya untuk mendukung mobilitas udara tamu VVIP.
“Semua sektor bergerak serentak. Kami ingin groundbreaking ini menjadi contoh sinergi terbaik antara pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat,” ujar Gubernur Lewerissa kepada awak media.
Suara Rakyat: Harapan yang Menggema
Di sela-sela kesibukan, seorang warga Desa Lermatang yang enggan disebut namanya melontarkan kalimat yang menyentak hati dengan mata berkaca-kaca.
“Ini bukan sekadar peletakan batu. Ini awal dari kehidupan baru. Kami percaya Inpex hadir bukan hanya untuk mengambil gas, tapi juga membawa kesejahteraan untuk anak cucu kami.”
Ia menambahkan bahwa seluruh tokoh agama, adat, dan pemuda telah sepakat memberi dukungan penuh. “Katong semua sudah bulat. Semoga berjalan lancar dan membawa berkat bagi Tanimbar,” harapnya.
Tanimbar: Primadona Baru di Timur Indonesia
Proyek Blok Masela bukanlah proyek energi biasa. Dengan nilai investasi yang masuk skala raksasa, proyek ini diprediksi menjadi motor penggerak ekonomi baru bagi kawasan timur Indonesia.
Tak hanya soal gas alam, kehadiran Inpex juga membawa harapan besar akan penyerapan tenaga kerja lokal, pertumbuhan usaha mikro, hingga perbaikan infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keluhan utama warga kepulauan.
“Tanimbar tidak hanya sedang menyambut seorang Presiden. Tanimbar sedang menyambut masa depannya sendiri,” ujar seorang pengamat ekonomi dari Universitas Pattimura.
Sejarah Baru akan Ditulis di Lermatang
Malam ini, langit Saumlaki tampak lebih terang dari biasanya, bukan karena lampu, tapi karena semangat yang menyala di dada setiap warganya.
Nantinya ketika palu pertama menancap di tanah Lermatang, Tanimbar tak lagi akan disebut sebagai daerah tertinggal di ujung tenggara. Ia akan dikenal sebagai pusat energi baru, kebanggaan baru Indonesia Timur.
Seperti kata tetua adat: “Ini adalah tinta emas yang akan dikenang tujuh generasi ke depan.”






































































Discussion about this post