Ambon, Maluku– Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Provinsi Maluku terus mendorong penguatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perempuan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekonomi daerah.
Dalam agenda Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II yang berlangsung di Grand Avira Hotel, Ambon, Kamis (6/8/2026), isu keamanan daerah dan akses permodalan menjadi perhatian utama.
Rakerda II IWAPI Maluku secara resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Maluku Abdullah Vanath. Dalam sambutannya, ia mengapresiasi perjalanan IWAPI yang telah memasuki usia ke-51 tahun dan dinilai konsisten dalam membina serta memberdayakan perempuan pengusaha di berbagai sektor usaha.
Menurut Vanath, peran perempuan pengusaha semakin penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, terutama melalui pengembangan UMKM yang terbukti menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa perputaran ekonomi daerah saat ini bertumpu pada tiga sumber utama, yakni belanja pemerintah melalui APBN dan APBD, investasi serta aktivitas dunia usaha, dan dukungan sektor perbankan melalui pembiayaan kepada masyarakat dan pelaku usaha.
Karena itu, ia menilai pertumbuhan ekonomi Maluku tidak dapat terus bergantung pada belanja pemerintah semata. Keterlibatan sektor swasta dan lembaga keuangan perlu diperkuat agar mampu menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan membuka lebih banyak lapangan pekerjaan.
Dalam forum tersebut, Vanath menegaskan bahwa keamanan daerah merupakan faktor mendasar yang menentukan masuknya investasi dan berkembangnya aktivitas usaha.
“Investasi dan usaha swasta hanya bisa tumbuh apabila daerah berada dalam kondisi aman dan kondusif. Keamanan menjadi syarat utama untuk membangun kepercayaan investor dan menciptakan iklim usaha yang sehat,” ujarnya.
Selain keamanan, akses permodalan juga menjadi tantangan yang masih dihadapi banyak pelaku UMKM, khususnya perempuan pengusaha dan pelaku usaha ultra mikro.
Untuk itu, ia mendorong sektor perbankan dan lembaga keuangan agar terus memperluas akses pembiayaan produktif bagi pelaku usaha di Maluku.
Vanath berharap IWAPI Maluku dapat mengambil peran lebih besar dalam mendampingi para perempuan pengusaha, terutama dalam meningkatkan kemampuan manajemen usaha, tata kelola keuangan, serta pengembangan jaringan bisnis.
Menurutnya, pelaku usaha yang memiliki tata kelola yang baik akan lebih mudah mendapatkan kepercayaan dari lembaga perbankan dan investor sehingga peluang pengembangan usaha menjadi lebih besar.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, sektor perbankan, TNI, Polri, dan organisasi pengusaha dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah.
“Sinergi seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Maluku,” katanya.
Melalui Rakerda II ini, IWAPI Maluku diharapkan mampu merumuskan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan daya saing perempuan pengusaha, memperluas akses pasar dan pembiayaan, serta memperkuat kontribusi UMKM perempuan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang inklusif dan berkelanjutan.***














Komentar