Pemprov Maluku Dorong Perikanan dan Rempah Naik Kelas ke Pasar Global

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 12:56 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Cibubur,– Pemerintah Provinsi Maluku mendorong sektor perikanan dan rempah tidak sekadar menjadi komoditas unggulan daerah, tetapi berkembang menjadi kekuatan ekonomi bernilai tambah yang mampu menembus pasar global.

Komitmen tersebut disampaikan Pemprov Maluku dalam Forum Harmony Indonesia 1881 yang berlangsung di Hotel Artotel Living World, Cibubur, Bogor, Selasa (18/8/2026).

Sambutan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, SH., LLM., yang dibacakan Staf Ahli Gubernur Maluku Bidang Pembangunan, Ekonomi dan Keuangan, Umar Alhabsy, menegaskan bahwa karakter geografis dan kekayaan sumber daya Maluku menjadi modal penting untuk membangun ekonomi daerah yang terhubung dengan pasar nasional dan internasional.

Forum yang digagas Africa, Asia Middle East Chamber of Commerce (AAMECC) Indonesia dengan tema “Sinergitas Global, Kearifan Lokal untuk Indonesia Emas” itu mempertemukan sejumlah tokoh nasional dan internasional, termasuk Ketua DPD RI, Deputi Otorita IKN, Deputi Bidang Polhukam Sekretariat Kabinet, Direktur Jenderal Kebudayaan, para raja dan sultan serta pemimpin adat se-Nusantara, dan pelaku usaha dari Afrika, Asia, dan Timur Tengah.

Dalam forum tersebut, Pemprov Maluku memperkenalkan karakter Maluku sebagai provinsi kepulauan yang menjadikan laut sebagai ruang hidup sekaligus sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Baca Juga :  MRM Resmi Daftar Caketum HIPMI Maluku, SC Tegaskan Transparansi dan Integritas Musda XII

Maluku memiliki wilayah sekitar 712.498 kilometer persegi, dengan 93,5 persen di antaranya merupakan perairan. Provinsi ini terdiri atas 1.422 pulau dengan garis pantai mencapai 10.914 kilometer.

Kondisi tersebut dinilai memberikan keunggulan komparatif bagi pengembangan ekonomi berbasis kelautan, pertanian, pariwisata, dan energi terbarukan.

Pada sektor kelautan dan perikanan, Maluku berada pada tiga Wilayah Pengelolaan Perikanan (WPP), yakni WPP 714, 715, dan 718 yang mencakup Laut Banda, Laut Seram, hingga Laut Arafura.

Komoditas tuna, cakalang, dan tongkol menjadi salah satu kekuatan perikanan Maluku. Namun, pemerintah daerah melihat peluang investasi yang lebih besar pada sektor hilir, termasuk pengolahan hasil perikanan, pembangunan rantai dingin atau cold chain, pengalengan, serta pemanfaatan teknologi modern.

Potensi budidaya laut juga masih terbuka luas. Dari sekitar 158 ribu hektare potensi lahan budidaya laut, pemanfaatannya saat ini baru sekitar 3.816 hektare.

Selain perikanan, pemerintah daerah mendorong komoditas pala dan cengkeh sebagai bagian dari pengembangan ekonomi baru berbasis rempah. Identitas Maluku sebagai Kepulauan Rempah diarahkan untuk tidak berhenti sebagai warisan sejarah, tetapi dikembangkan melalui standardisasi mutu, penguatan merek, hilirisasi, dan pengembangan produk turunan.

Baca Juga :  Gubernur Maluku Lantik Pejabat Fungsional Dan PPPK, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas sekaligus memperkuat daya saing produk Maluku di pasar nasional dan internasional.

Di luar dua sektor tersebut, Pemprov Maluku juga menawarkan peluang investasi pada pariwisata bahari dan cagar budaya serta energi terbarukan. Sejumlah destinasi seperti Banda Neira, Kepulauan Kei, Pantai Ora, Ngurbloat, Ngurtafur, dan Pulau Bair dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan melalui investasi akomodasi, transportasi antarpulau, hingga desa wisata.

Sementara karakter kepulauan Maluku membuka peluang pengembangan energi berbasis tenaga surya, angin, mikrohidro, biomassa, panas bumi, hingga energi laut.

Pemprov Maluku juga memaparkan sejumlah proyek strategis yang diharapkan menjadi pengungkit transformasi ekonomi daerah. Di antaranya pengembangan Blok Masela, Maluku Integrated Logistics Hub, pengembangan Pariwisata Banda, Bendungan Way Apu, serta program hilirisasi pala dan kelapa.

Gubernur Maluku melalui Alhabsy menegaskan, proyek strategis tersebut harus memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat. Pembangunan, kata dia, tidak boleh berhenti pada penyelesaian proyek fisik.

“Jadi untuk proyek strategis tidak boleh berhenti sebagai proyek fisik semata, melainkan harus menjadi pengungkit terbentuknya rantai nilai, lapangan kerja baru, industri lokal, UMKM yang kuat, serta menghubungkan Maluku dengan pasar nasional maupun global,” tegasnya.

Karena itu, Pemprov Maluku membuka ruang kemitraan dengan investor global untuk mengembangkan potensi daerah secara inklusif dan berkelanjutan.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 11:11 WIT

ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub

Berita Terbaru