Piru, Maluku — Penertiban sementara aktivitas Tambang Rakyat Cinnabar di wilayah Desa Iha, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mendapat dukungan dari Raja Negeri Iha yang juga anggota DPRD Provinsi Maluku, Zain Syaiful Latukaisupy.
Latukaisupy menilai langkah Polda Maluku bersama Polres SBB dan Polsek Huamual untuk mengosongkan kawasan tambang merupakan upaya penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
Menurutnya, aspek keamanan perlu menjadi perhatian utama, terlebih setelah terjadi konflik antara warga Dusun Jakarta Baru, Desa Loki, dan warga Desa Luhu di kawasan Gunung Cinnabar.
“Menurut saya, langkah ini baik adanya. Paling tidak, kejadian-kejadian seperti konflik antar desa dan persoalan lainnya jangan sampai terulang kembali,” ujar Latukaisupy melalui sambungan telepon, Senin (24/8/2026).
Dalam penertiban tersebut, seluruh penambang diminta menghentikan aktivitas dan meninggalkan kawasan Gunung Cinnabar hingga batas waktu yang telah ditentukan oleh aparat.
Latukaisupy mengatakan, pengosongan kawasan bukan sekadar menghentikan sementara aktivitas pertambangan, tetapi juga dapat menjadi momentum untuk memulihkan situasi dan mencegah terulangnya konflik di tengah masyarakat.
Ia berharap langkah tersebut dapat memberikan ruang bagi aparat dan seluruh pihak terkait untuk memastikan kondisi kawasan benar-benar aman dan kondusif.
“Pengosongan ini juga bisa menjadi efek jera bagi mereka atau warga yang suka melakukan tindakan-tindakan yang memicu konflik,” katanya.
Lebih lanjut, Latukaisupy menegaskan bahwa kepentingan masyarakat harus menjadi pertimbangan utama dalam setiap upaya penataan kawasan tambang.
Menurutnya, aktivitas ekonomi masyarakat tetap perlu diperhatikan, namun keamanan dan keselamatan warga tidak boleh diabaikan.
“Saya sangat mengapresiasi serta mendukung langkah bapak-bapak penegak hukum dari Polda Maluku dan Polres SBB beserta jajarannya dalam melakukan penertiban bagi para penambang dengan mengosongkan area tambang hingga memastikan Tambang Cinnabar ini benar-benar kosong,” tegasnya.
Ia berharap setelah kondisi keamanan kembali kondusif, pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat dapat bersama-sama mencari solusi terbaik terkait penataan aktivitas di kawasan Tambang Cinnabar Iha.
Dengan demikian, kepentingan masyarakat dapat tetap menjadi bagian penting dalam setiap langkah penataan kawasan, tanpa mengesampingkan aspek keamanan, keselamatan, dan ketertiban sosial.***














Komentar