Gubernur Lewerissa: Festival Marawai Harus Jadi Penggerak Ekonomi dan Pelestarian Budaya

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 25 Agustus 2026 - 12:24 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku — Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa mencanangkan Festival Marawai I Event Budaya 2026 di Puncak Marawai, Negeri Hatalai, Kecamatan Leitimur Selatan, Kota Ambon, Selasa, 25 Agustus 2026.

Mengusung tema “Harmoni Nada Cinta Par Negeri”, festival ini diarahkan bukan sekadar menjadi panggung seni dan hiburan. Lewerissa ingin kegiatan tersebut berkembang menjadi ruang pelestarian budaya sekaligus penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif masyarakat.

Menurut Lewerissa, budaya Maluku memiliki posisi penting dalam pembangunan daerah. Tradisi, bahasa, musik, tarian, kuliner, kerajinan, hingga berbagai kearifan lokal merupakan modal sosial dan ekonomi yang perlu dirawat serta dikembangkan.

“Festival Marawai bukan sekadar ajang seni dan hiburan. Festival ini adalah ruang untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan, persaudaraan, dan kepedulian yang sudah menjadi jati diri masyarakat Maluku,” kata Lewerissa dalam sambutannya.

Ia mengatakan warisan budaya tidak boleh berhenti sebagai peninggalan masa lalu. Kebudayaan harus tetap hidup dan dapat beradaptasi dengan perkembangan zaman, terutama dengan melibatkan generasi muda.

Baca Juga :  Kontingen KORMI Provinsi Maluku Resmi Dilepas Wagub Menuju PORNAS VIII di Lombok

“Kekayaan budaya dan kearifan lokal tidak boleh hanya menjadi kenangan masa lalu. Ia harus terus hidup, bertumbuh, dan diwariskan kepada anak cucu kita,” ujarnya.

Lewerissa juga melihat festival budaya sebagai pintu masuk untuk memperluas promosi potensi Maluku. Seni, tradisi, kuliner dan kerajinan lokal, kata dia, dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan sekaligus membuka pasar baru bagi masyarakat.

Karena itu, ia meminta Festival Marawai dikembangkan secara berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai agenda seremonial tahunan.

“Festival ini harus menjadi jembatan antara pelestarian budaya dan penguatan ekonomi masyarakat. Budaya tidak hanya dijaga sebagai warisan masa lalu, tetapi juga harus mampu menjadi kekuatan pembangunan masa depan,” tegasnya.

Menurut Lewerissa, penyelenggaraan festival juga perlu memberikan ruang yang lebih besar kepada pelaku UMKM, seniman, komunitas kreatif, perempuan dan generasi muda. Mereka dinilai bukan hanya sebagai peserta, tetapi juga bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif Maluku.

Pemerintah Provinsi Maluku, kata dia, akan mendukung berbagai inisiatif masyarakat yang mampu memperkuat kebudayaan sekaligus memberikan manfaat ekonomi.

Tema “Harmoni Nada Cinta Par Negeri”, menurut Lewerissa, mencerminkan pesan agar seni dan budaya menjadi medium untuk merawat persaudaraan serta memperkuat kecintaan masyarakat terhadap daerah.

Ia berharap Festival Marawai dapat menghasilkan manfaat yang lebih konkret bagi masyarakat Hatalai dan kawasan sekitarnya, sekaligus memperkuat posisi budaya sebagai bagian dari pengembangan pariwisata Maluku.

“Mari kita jadikan nilai-nilai luhur kita, budaya gotong royong, semangat pela gandong, dan falsafah Ale Rasa Beta Rasa sebagai kekuatan utama untuk membangun Par Maluku Pung Bae,” kata dia.

Lewerissa kemudian secara resmi mencanangkan dan membuka Festival Marawai I Event Budaya Tahun 2026.

Acara tersebut dihadiri Wali Kota Ambon, pimpinan OPD Pemerintah Provinsi Maluku dan Pemerintah Kota Ambon, Sekretaris Daerah Kota Ambon, Ketua Klasis Ambon Timur, Ketua Majelis Jemaat GPM Hatalai, perwakilan Bank Maluku-Malut, Forkopimcam Leitimur Selatan, Pemerintah Negeri Hatalai, para raja se-Kecamatan Leitimur Selatan, Raja Amahusu serta gandong Amahusu.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru