Krisis Air Bersih, Warga Tatinang Bergantung pada Hujan

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 28 Maret 2026 - 08:45 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku– Warga Dusun Tatinang, Desa Waesala, Kecamatan Huamual Belakang, Kabupaten Seram Bagian Barat, hingga kini masih menghadapi krisis air bersih yang belum teratasi.

Keterbatasan sumber air layak minum membuat masyarakat setempat terpaksa mengandalkan air hujan sebagai sumber utama untuk kebutuhan sehari-hari.

Untuk memenuhi kebutuhan konsumsi, warga menampung air hujan menggunakan drum plastik berukuran besar yang diletakkan di halaman rumah.

Air tersebut kemudian disimpan sebagai cadangan yang digunakan selama beberapa bulan.

Salah satu warga, Dina Irwan, mengungkapkan kondisi ini telah berlangsung lama tanpa adanya solusi konkret dari pihak terkait.

“Di Dusun Tatinang ini, kami dari dulu hanya berharap air hujan untuk dikonsumsi,” ujarnya, Sabtu (28/3).

Baca Juga :  Anak Muda Maluku Sampaikan Tuntutan Keadilan Akses Digital kepada Menteri Komdigi

Menurutnya, kesulitan semakin dirasakan saat musim kemarau. Warga terpaksa menyeberang ke dusun lain menggunakan perahu selama 15 hingga 20 menit demi mendapatkan air bersih dari sumur yang layak dikonsumsi.

“Kalau musim kemarau, kami harus menyeberang ke Dusun Hanunu untuk ambil air bersih, karena di sana ada sumur yang bisa diminum,” katanya.

Sementara itu, untuk kebutuhan mandi dan mencuci, warga memanfaatkan air payau dari sumur di sekitar permukiman. Meski tidak layak konsumsi, air tersebut tetap digunakan karena tidak ada alternatif lain.

Kepala Dusun Tatinang, Jainudin Lapacu, membenarkan kondisi tersebut. Ia menyebut ketergantungan terhadap air hujan menjadi gambaran nyata sulitnya akses air bersih di wilayahnya.

“Untuk konsumsi air bersih, warga biasanya hanya gunakan air hujan,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan bahwa sebelumnya sempat ada kunjungan dari instansi terkait yang melakukan survei terhadap sumber mata air dan pengukuran lokasi untuk rencana pembangunan sumur. Namun hingga kini belum ada realisasi lanjutan.

“Memang pernah ada dari dinas datang melihat kondisi sumber air dan mengukur lokasi untuk pembuatan sumur, tapi sampai sekarang belum ada tindak lanjut,” jelasnya.

Pantauan di lapangan menunjukkan hampir setiap rumah warga memiliki drum penampung air hujan. Sebagian sudah terisi penuh, sementara lainnya disiapkan untuk menampung air saat hujan turun.

Kondisi ini menegaskan bahwa akses terhadap air bersih masih menjadi persoalan mendasar di sejumlah wilayah terpencil. Warga Dusun Tatinang berharap adanya perhatian serius dari pemerintah daerah maupun pusat untuk menghadirkan solusi berkelanjutan.

“Kami sangat berharap ada bantuan air bersih dari pemerintah, supaya warga tidak terus bergantung pada air hujan,” tutup Dina.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon
BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 06:55 WIT

BRI Tegaskan Zero Tolerance terhadap Fraud dan Korupsi dalam Penyaluran Kredit di Ambon

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Berita Terbaru