Ambon, Maluku – Pengurus Cabang Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kota Ambon mulai mematangkan seluruh persiapan pelaksanaan Kejuaraan Kota (Kejurkot) Panjat Tebing Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada 13–15 November 2026 di Wall Climbing FPTI Maluku, Lapangan Merdeka Ambon.
Sebagai bagian dari kesiapan penyelenggaraan, FPTI Kota Ambon menerbitkan Surat Tugas Nomor 008/PC-FPTI/K-A/X/2026 yang menetapkan susunan panitia dan tim teknis kompetisi guna memastikan pelaksanaan kejuaraan berjalan sesuai standar dan regulasi olahraga panjat tebing nasional.
Ketua Umum FPTI Kota Ambon, Muhammad Syahrul Lakuy, menegaskan bahwa Kejurkot 2026 bukan sekadar agenda kompetisi tahunan, melainkan bagian dari proses pembinaan atlet yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas prestasi panjat tebing di Kota Ambon.
Menurutnya, kejuaraan tersebut menjadi wadah bagi atlet-atlet muda untuk mengukur kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi berbagai kejuaraan pada level yang lebih tinggi, baik tingkat provinsi maupun nasional.
“Seluruh perangkat pertandingan, panitia, dan tim teknis telah disiapkan agar pelaksanaan Kejurkot berlangsung profesional, sportif, dan sesuai ketentuan yang berlaku dalam olahraga panjat tebing,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kejurkot Panjat Tebing 2026, Zulkifli, mengatakan pihaknya saat ini tengah memfokuskan persiapan pada aspek teknis pertandingan, kesiapan sarana dan prasarana, serta koordinasi seluruh perangkat pelaksana agar kompetisi dapat berjalan lancar sejak hari pertama hingga penutupan.
Menurut Zulkifli, Kejurkot merupakan agenda penting dalam kalender pembinaan atlet panjat tebing Kota Ambon karena menjadi ruang kompetitif bagi atlet-atlet daerah untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Ajang ini bukan hanya tentang mencari juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan dan evaluasi atlet. Kami ingin memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan bertanding dalam suasana yang profesional, aman, dan menjunjung tinggi sportivitas,” kata Zulkifli.
Ia menambahkan, panitia juga berupaya menghadirkan penyelenggaraan kompetisi yang berkualitas dengan mengedepankan standar keselamatan yang menjadi aspek utama dalam olahraga panjat tebing.
“Kami berharap Kejurkot tahun ini dapat berjalan sukses dan melahirkan atlet-atlet potensial yang nantinya mampu mengharumkan nama Kota Ambon dan Provinsi Maluku pada berbagai kejuaraan yang lebih tinggi,” ujarnya.
Dalam surat tugas tersebut, Zulkifli dipercaya sebagai Ketua Panitia, didampingi Muhammad Tuasikal sebagai Sekretaris dan Nur Azizah Leisubun sebagai Bendahara. Panitia juga diperkuat sejumlah personel pada bidang acara, perlengkapan, dokumentasi dan humas, serta konsumsi.
Sementara itu, tim teknis kompetisi melibatkan sejumlah tenaga yang memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan olahraga panjat tebing, mulai dari belayer, petugas zona isolasi, ruang transit hingga tim dokumentasi pertandingan.
FPTI Kota Ambon menilai kesiapan sumber daya manusia menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran jalannya kompetisi. Karena itu, seluruh panitia dan official diwajibkan mematuhi Peraturan Kompetisi Panjat Tebing serta Pedoman Penyelenggaraan Kompetisi yang ditetapkan oleh organisasi.
Pelaksanaan Kejurkot Panjat Tebing 2026 diharapkan mampu menjadi momentum kebangkitan olahraga panjat tebing di Kota Ambon. Selain menjadi arena persaingan prestasi, kejuaraan ini juga diharapkan melahirkan atlet-atlet potensial yang dapat memperkuat kontingen Kota Ambon maupun Maluku pada berbagai ajang olahraga mendatang.****














Komentar