IAKN Ambon Gelar Ngobrol Pintar Bahas Moderasi Beragama di Kota Ambon

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 30 September 2025 - 22:02 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Institut Agama Kristen Negeri (IAKN) Ambon menggelar kegiatan diskusi bertajuk Ngobrol Pintar IAKN Ambon dengan tema “Moderasi Beragama” pada Rabu, 31 September 2025. Kegiatan yang berlangsung di Ruang Diskusi Terbuka Kampus IAKN Ambon ini menghadirkan Abdul Kadir Mualo, M.H sebagai narasumber.

Diskusi yang dimulai pukul 10.00 WIT hingga selesai tersebut diikuti oleh mahasiswa serta sivitas akademika kampus, dengan tujuan memperkuat pemahaman tentang pentingnya moderasi beragama dalam kehidupan masyarakat yang majemuk, khususnya di Kota Ambon.

Dalam pemaparannya, Abdul Kadir Mualo menjelaskan bahwa moderasi beragama merupakan cara pandang dan sikap dalam menjalankan ajaran agama secara adil, seimbang, serta tidak berlebihan.

“Moderasi beragama bukan berarti mengurangi keyakinan seseorang terhadap agamanya, tetapi bagaimana umat beragama mampu menghindari sikap ekstrem dan hidup berdampingan secara damai dengan pemeluk agama lain,” ujar Abdul Kadir dalam diskusi tersebut.

Ia menekankan bahwa sikap moderat dalam beragama sangat penting dalam masyarakat yang plural, karena dapat mendorong terciptanya dialog, toleransi, serta penghargaan terhadap keberagaman keyakinan.

Baca Juga :  Resepsi Kenegaraan HUT ke-81 RI, Gubernur Hendrik Serukan Energi Baru Bangun Maluku

Lebih lanjut, Abdul Kadir Mualo menyoroti kondisi sosial keagamaan di Kota Ambon yang dikenal sebagai wilayah dengan keberagaman agama dan budaya.

Menurutnya, keberadaan komunitas Islam dan Kristen yang hidup berdampingan telah menjadi bagian dari karakter sosial masyarakat Ambon.

“Kota Ambon memiliki sejarah panjang dalam kehidupan masyarakat yang plural. Keberagaman ini merupakan kekayaan sosial yang harus terus dijaga agar tidak menjadi sumber konflik,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa pengalaman konflik sosial yang pernah terjadi di Maluku pada periode 1999–2002 menjadi pelajaran penting bagi masyarakat untuk terus menjaga kerukunan dan memperkuat nilai-nilai perdamaian.

Dalam kesempatan itu, Abdul Kadir juga menyoroti peran kearifan lokal Maluku dalam menjaga moderasi beragama. Ia menyebut sistem Pela Gandong sebagai salah satu contoh kuatnya nilai persaudaraan lintas agama yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Pela Gandong mengajarkan bahwa masyarakat dari negeri yang berbeda, bahkan berbeda agama, tetap terikat sebagai saudara. Nilai ini menjadi fondasi penting dalam menjaga harmoni sosial di Maluku,” jelasnya.

Baca Juga :  25 Titik Longsor Terjadi di Ambon, Wali Kota: Sampah di Jurang Picu Bencana

Selain itu, prinsip hidup orang basudara yang dikenal luas di masyarakat Maluku juga dinilai sebagai modal sosial yang memperkuat hubungan antarumat beragama.

Menurutnya, penguatan moderasi beragama tidak hanya menjadi tanggung jawab tokoh agama atau pemerintah, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Mualo menilai bahwa pendidikan, dialog lintas agama, serta kegiatan sosial bersama dapat menjadi sarana efektif untuk mempererat hubungan antar komunitas.

“Penguatan moderasi beragama dapat dilakukan melalui dialog lintas agama, pendidikan toleransi di lembaga pendidikan, serta keterlibatan tokoh agama dan tokoh adat dalam menjaga keharmonisan sosial,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan sosial bersama seperti kerja bakti, aksi kemanusiaan, maupun perayaan budaya bersama dapat memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat yang beragam.

Melalui kegiatan Ngobrol Pintar IAKN Ambon ini, diharapkan mahasiswa dan masyarakat semakin memahami pentingnya moderasi beragama sebagai fondasi kehidupan sosial yang damai dan harmonis di Kota Ambon.

“Jika nilai-nilai agama dipadukan dengan kearifan lokal dan kesadaran masyarakat akan pentingnya toleransi, maka kehidupan yang rukun dan saling menghargai dapat terus terjaga,” pungkas Mualo.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT