Di Usia Senja, Ia Terjatuh Sendiri: Kisah Ibu Amna di Saparua dan Sunyinya Kehadiran Negara

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 1 April 2026 - 08:12 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku,— Pagi itu seharusnya berjalan seperti biasa bagi Ibu Amna Holle (79). Dengan langkah tertatih, ia kembali menjalani rutinitas yang telah bertahun-tahun dilakoninya: berjalan ke rumah tetangga hanya untuk mendapatkan air. Namun Rabu pagi, 1 April 2026, rutinitas itu berubah menjadi petaka.

Usai mengambil air dari sumur milik tetangga, Ibu Amna terjatuh di kamar mandi rumahnya. Tubuh renta yang sudah melemah tak mampu lagi menahan keseimbangan.

Ia mengalami luka sobek di bagian kepala dan kini hanya bisa terbaring lemah, dirawat di rumah warga sekitar.

“Beta biasa ambil air di tetangga, karena seng ada air di rumah. Tadi beta rasa lemas, seng kuat, jadi jatuh,” tuturnya lirih.

Kisah Ibu Amna bukan sekedar cerita tentang kecelakaan seorang lansia. Ia adalah potret sunyi dari kehidupan yang luput dari perhatian. Bertahun-tahun tinggal di rumah tidak layak huni tanpa akses air bersih, perempuan paruh baya asal Negeri Siri-Sori Islam, Kecamatan Saparua Timur ini menjalani hari-harinya dalam keterbatasan—tanpa sentuhan nyata dari pelayanan publik yang semestinya hadir.

Baca Juga :  JAM Seram Bakal Aksi Jilid II Kepung BPJN Maluku, Soroti Dugaan Penyimpangan Proyek Jalan Piru – Liang 

Bagi warga setempat, peristiwa ini bukan hal yang mengejutkan. Kondisi Ibu Amna sudah lama diketahui, namun seakan dibiarkan berjalan tanpa solusi.

“Ini bukan baru. Sudah lama begini, tapi tidak ada perhatian serius,” ungkap salah satu warga.

Di tengah berbagai program bantuan sosial dan perumahan yang digaungkan pemerintah, realitas yang dialami Ibu Amna justru memperlihatkan ketimpangan.

Bantuan yang seharusnya menyasar warga paling rentan, dinilai belum sepenuhnya tepat sasaran.

Sorotan pun mengarah pada lemahnya pengawasan dan respons pemerintah di tingkat kecamatan dan negeri.

Sejumlah warga menilai, kepemimpinan yang ada belum mampu menangkap kondisi nyata masyarakat di lapangan, terutama mereka yang hidup dalam keterbatasan ekstrem.

Desakan evaluasi terhadap jajaran pemerintah setempat mulai menguat. Bagi masyarakat, persoalan ini bukan sekadar administrasi atau prosedur, melainkan soal kemanusiaan.

“Kalau hal seperti ini terus terjadi, wajar kalau masyarakat menuntut perubahan. Ini tentang nyawa dan martabat manusia,” ujar seorang tokoh masyarakat.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak kecamatan maupun pemerintah negeri terkait insiden yang dialami Ibu Amna.

Di usia yang seharusnya diisi dengan ketenangan, Ibu Amna justru harus berjuang sendiri untuk memenuhi kebutuhan paling dasar: air dan tempat tinggal yang layak. Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa pelayanan publik tidak boleh berhenti pada angka dan laporan, tetapi harus benar-benar hadir menyentuh kehidupan masyarakat—terutama mereka yang paling membutuhkan.

Kisah Ibu Amna Holle adalah cermin. Sebuah pengingat pahit bahwa di balik program dan kebijakan, masih ada warga yang berjalan sendirian dalam sunyi—menunggu negara datang, namun tak kunjung tiba.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 11:11 WIT

ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub

Berita Terbaru