Ambon, Maluku — Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Maluku mulai mematangkan sejumlah agenda pencegahan terorisme yang menyasar kalangan pelajar, remaja, dan keluarga. Rencana tersebut dibahas dalam rapat FKPT Maluku pada 10 Oktober 2026, menyusul hasil Monitoring dan Evaluasi (Monev) BNPT RI Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di Jakarta.
Dalam rapat tersebut, Ketua FKPT Maluku Ruslan Afandy menegaskan pentingnya menjaga semangat dan memperkuat koordinasi internal setelah melewati sejumlah dinamika hubungan kerja antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dan FKPT dalam beberapa bulan terakhir.
Ia menjelaskan, koordinasi dengan BNPT telah mengarahkan pelaksanaan program FKPT agar lebih berfokus pada upaya pencegahan yang menyasar remaja dan pelajar.
Sejumlah agenda kegiatan pun diproyeksikan berlangsung dalam waktu dekat sebagai tindak lanjut program BNPT. Karena itu, para kepala bidang dan satuan tugas (satgas) FKPT Maluku diminta tetap menjaga semangat serta kesiapan dalam melaksanakan program yang telah direncanakan.
Sementara itu, Sekretaris FKPT Maluku, Firda Bin Yusuf, dalam paparannya menyampaikan sejumlah rencana kegiatan berdasarkan hasil Monev BNPT yang diikutinya di Jakarta pada 6–7 Oktober 2026.
Salah satu agenda yang diproyeksikan berlangsung pada 19–24 Oktober 2026 adalah kegiatan bertema digital dengan melibatkan sekitar 250 peserta. Kegiatan tersebut ditargetkan dapat terlaksana sebelum akhir Oktober 2026, dengan mempertimbangkan waktu persiapan yang relatif terbatas.
Selain itu, FKPT Maluku juga direncanakan menyelenggarakan kegiatan daring bertajuk “Keluarga Tangguh, Generasi Utuh” dengan target 300 peserta. Kegiatan ini akan melibatkan unsur dewan guru, komite sekolah, serta orang tua pelajar.
Pelibatan lingkungan pendidikan dan keluarga tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pencegahan sejak dini, terutama melalui peningkatan literasi digital, pendidikan karakter, dan kemampuan berpikir kritis dalam menghadapi berbagai informasi serta potensi pengaruh paham radikal.
Dalam rapat itu, turut disampaikan informasi mengenai rencana pelaksanaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) FKPT pada Desember 2026 yang diproyeksikan melibatkan 11 pengurus lengkap.
Sebelumnya, BNPT RI telah menyelenggarakan Monev FKPT se-Indonesia Triwulan III Tahun Anggaran 2026 di Hotel Grand Mercure Jakarta Harmoni pada 6–7 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dihadiri ketua dan perwakilan FKPT dari 39 provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia, termasuk perwakilan FKPT Maluku dan Papua Barat Daya.
Monev tersebut berfokus pada penguatan sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam pencegahan terorisme, evaluasi pelaksanaan program FKPT, serta penguatan pendekatan berbasis kearifan lokal. Tiga strategi yang menjadi perhatian meliputi literasi digital, pendidikan karakter, dan pengasahan kemampuan berpikir kritis lintas sektor.
Kegiatan Monev secara resmi ditutup oleh Deputi Bidang Pencegahan BNPT RI, Jenderal TNI Sudaryanto.
Hasil evaluasi tersebut menjadi salah satu acuan bagi FKPT Maluku dalam mempersiapkan agenda pencegahan terorisme di daerah, dengan menempatkan pelajar, remaja, dan keluarga sebagai kelompok penting dalam membangun ketahanan masyarakat terhadap penyebaran paham radikal.














Komentar