Piru, Maluku– Badan Pengurus Cabang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (BPC HIPMI) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) mengahdiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten SBB tahun 2026.
Kegiatan yang digelar di Aula Lantai II Kantor Bupati SBB ini menjadi forum strategis bagi HIPMI untuk menyuarakan berbagai kepentingan pembangunan daerah.
Musrenbang RKPD 2026 yang berlangsung di bawah kepemimpinan Penjabat Bupati SBB, Asri Arman, mengusung tema “SBB Maju, Harmonis, dan Berkelanjutan Berbasis Agro-Marine.” Tema ini menekankan pentingnya pembangunan yang seimbang antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian lingkungan, dengan fokus pada potensi unggulan sektor pertanian dan kelautan.
Mewakili BPC HIPMI Maluku, Souhaly menyampaikan sejumlah pandangan kritis sekaligus apresiasi terhadap keterlibatan HIPMI dalam forum perencanaan pembangunan tersebut.
Ia menilai kehadiran HIPMI dalam Musrenbang RKPD bukan sekadar seremoni, melainkan bukti komitmen Pemda SBB untuk melibatkan unsur pengusaha muda dalam proses pembangunan daerah.
“HIPMI mengapresiasi langkah Pemda SBB yang membuka ruang kolaborasi dengan pelaku usaha muda lokal. Ini menjadi sinyal positif bahwa pembangunan SBB ke depan akan melibatkan seluruh elemen secara aktif dan inklusif,” ujar Souhaly kepada wartawan di Piru.
Dalam forum tersebut, HIPMI SBB menyampaikan lima poin strategis sebagai masukan konkret untuk pembangunan daerah, antara lain:
- Pengusulan Jalan Nasional
HIPMI mendorong agar ruas jalan Piru – Loki – Iha Kulur segera diusulkan menjadi bagian dari status jalan nasional, guna memperlancar mobilitas dan mempercepat pertumbuhan ekonomi kawasan. - Prioritaskan Infrastruktur Penunjang Pelabuhan Terpadu
HIPMI meminta Pemerintah Provinsi Maluku agar memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar di SBB sebagai pendukung kelancaran operasional Pelabuhan Terpadu Waisarissa, yang kini menjadi proyek strategis di wilayah tersebut. - Dukungan Penuh untuk Pelabuhan Terpadu Waisarissa
HIPMI memberikan apresiasi kepada Pemprov Maluku atas inisiatif pembangunan pelabuhan terpadu di Waisarissa, dan menyatakan dukungan penuh agar proyek tersebut segera terealisasi demi membuka akses ekonomi baru di kawasan pesisir SBB. - Pemetaan Wilayah Pembangunan
HIPMI mendorong Pemda untuk membagi wilayah pembangunan menjadi tiga klaster strategis yakni Pesisir, Pulau-pulau, dan Pegunungan. Pendekatan ini diyakini akan mempercepat pemerataan pembangunan dan memastikan tidak ada wilayah yang tertinggal. - Siap Berkolaborasi untuk Masa Depan SBB
HIPMI menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi secara aktif dengan Pemda SBB dalam berbagai program pembangunan, khususnya yang membuka ruang partisipasi pengusaha muda dalam pembangunan sektor riil dan penguatan ekonomi lokal.
Souhaly juga menyoroti secara khusus tema Musrenbang tahun ini. Menurutnya, tema “SBB Maju, Harmonis dan Berkelanjutan Berbasis Agro-Marine” merupakan representasi visi besar yang harus diimplementasikan secara konsisten.
“Tema ini sangat relevan dan mencerminkan identitas serta kekuatan utama daerah. Namun, agar tidak berhenti pada slogan, perlu ada langkah konkret, kebijakan afirmatif, dan program yang fokus pada penguatan sektor agro-marine, termasuk dukungan bagi pelaku usaha lokal untuk terlibat langsung dalam rantai produksi dan distribusi,” tegasnya.
HIPMI SBB menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pembangunan daerah melalui kemitraan strategis bersama pemerintah, swasta, dan masyarakat, demi mewujudkan SBB yang benar-benar maju, harmonis, dan berkelanjutan.***







































































Discussion about this post