BINAIYA Foundation: Perjuangan Bang Ozan buka Harapan Baru Petani Maluku Tengah

Avatar photo

- Jurnalis

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:25 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Masohi, Maluku- Direktur BINAIYA Foundation, Soetrisno Hatapayo, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, atas langkah dan komitmennya memperjuangkan pelepasan kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) nonproduktif menjadi Areal Penggunaan Lain (APL), untuk kepentingan perkebunan rakyat dan pemanfaatan lainnya.

Menurut Hatapayo, upaya tersebut merupakan langkah yang patut diapresiasi karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya petani dan pekebun yang membutuhkan akses lahan untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Apresiasi tersebut disampaikan menyusul disetujuinya usulan pelepasan kawasan HPK seluas 7.225 hektare.

Baca Juga :  Maluku Raih Penghargaan Terbaik I Akses Pendidikan, Kemendagri Beri Stimulan Rp2 Miliar

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah kembali mengusulkan tambahan kawasan seluas 10.000 hektare. Dengan demikian, total kawasan yang diperjuangkan mencapai 17.225 hektare.

Ia mengatakan, Maluku Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, terutama pada sektor perkebunan seperti pala, cengkih, kelapa, serta berbagai komoditas unggulan lainnya.

Baca Juga :  PT. SIM Ancam Hengkang, Gubernur Maluku Bergerak

Namun, potensi tersebut membutuhkan keberpihakan kebijakan dan dukungan pemerintah, agar masyarakat tidak hanya menjadi pemilik potensi sumber daya alam, tetapi juga menjadi pelaku utama yang menikmati hasil pembangunan.

Hatapayo juga berharap usulan tambahan 10.000 hektare dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Pemerintah Provinsi Maluku, serta instansi teknis terkait, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kelestarian lingkungan.

“Harapan kami, masyarakat menjadi penerima manfaat utama. Petani dan pekebun perlu mendapatkan kesempatan untuk mengelola lahan secara legal, produktif, dan berkelanjutan,” tutup Hatapayo.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT