Masohi, Maluku- Direktur BINAIYA Foundation, Soetrisno Hatapayo, menyampaikan apresiasi kepada Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, atas langkah dan komitmennya memperjuangkan pelepasan kawasan Hutan Produksi yang dapat Dikonversi (HPK) nonproduktif menjadi Areal Penggunaan Lain (APL), untuk kepentingan perkebunan rakyat dan pemanfaatan lainnya.
Menurut Hatapayo, upaya tersebut merupakan langkah yang patut diapresiasi karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, khususnya petani dan pekebun yang membutuhkan akses lahan untuk mengembangkan usaha serta meningkatkan kesejahteraan keluarga.
Apresiasi tersebut disampaikan menyusul disetujuinya usulan pelepasan kawasan HPK seluas 7.225 hektare.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah kembali mengusulkan tambahan kawasan seluas 10.000 hektare. Dengan demikian, total kawasan yang diperjuangkan mencapai 17.225 hektare.
Ia mengatakan, Maluku Tengah memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar, terutama pada sektor perkebunan seperti pala, cengkih, kelapa, serta berbagai komoditas unggulan lainnya.
Namun, potensi tersebut membutuhkan keberpihakan kebijakan dan dukungan pemerintah, agar masyarakat tidak hanya menjadi pemilik potensi sumber daya alam, tetapi juga menjadi pelaku utama yang menikmati hasil pembangunan.
Hatapayo juga berharap usulan tambahan 10.000 hektare dapat ditindaklanjuti melalui koordinasi dan sinergi antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, Pemerintah Provinsi Maluku, serta instansi teknis terkait, dengan tetap memperhatikan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kelestarian lingkungan.
“Harapan kami, masyarakat menjadi penerima manfaat utama. Petani dan pekebun perlu mendapatkan kesempatan untuk mengelola lahan secara legal, produktif, dan berkelanjutan,” tutup Hatapayo.***














Komentar