Dipimpin Toisutta, Komisi I DPRD Kota Ambon Mediasi Sengketa Tanah Wakaf di Rijali

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 September 2025 - 09:31 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Komisi I DPRD Kota Ambon memediasi sengketa terkait penerbitan sertifikat hak atas tanah oleh Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Ambon di Kelurahan Rijali, Kecamatan Sirimau.

Tanah tersebut diketahui merupakan tanah wakaf atas nama Hasyim Tjam yang diperuntukkan bagi Masjid Jamie Ambon.

Rapat mediasi yang dipimpin Ketua Komisi I DPRD Kota Ambon, Muhammad Fadly Toisutta, menghadirkan perwakilan dari BPN Kota Ambon, Pemerintah Kelurahan Rijali, pengurus Masjid Jamie Ambon, serta pihak terkait lainnya, termasuk Emilia Mores.

Dalam rapat dengar pendapat (RDP) yang berlangsung Rabu (17/9/2025) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kota Ambon, pihak pengurus masjid menyampaikan permintaan penjelasan resmi terkait dasar penerbitan sertifikat hak atas tanah tersebut. Sertifikat dimaksud diterbitkan pada 27 Juli 2015 atas nama Emilia Mores.

Pihak pengurus masjid menilai bahwa kejelasan dasar hukum penerbitan sertifikat ini penting untuk menjamin kepastian hukum, menghindari tumpang tindih klaim, serta mencegah potensi konflik sosial di kemudian hari.

Mereka mempertanyakan apakah BPN telah melakukan penelitian riwayat tanah serta klarifikasi terhadap batas-batas wilayah sebelum menerbitkan sertifikat, serta dasar apa yang digunakan sehingga Emilia Mores dapat mengklaim tanah tersebut.

Baca Juga :  RANS Carnival Siap Guncang Ambon, Hari Pertama Hadirkan Raffi Ahmad hingga Deretan Musisi Lokal

Sebagai bahan pertimbangan, pengurus masjid juga melampirkan sejumlah dokumen, antara lain:

  • Penjelasan Tanah Eigendom No. 1463/Ambon
  • Berkas surat keberatan tahun 2020 yang belum ditindaklanjuti karena pihak terkait dinilai tidak kooperatif
  • Surat keterangan ahli waris
  • Akta ikrar wakaf

Surat atau perjanjian sewa-menyewa
Setelah mendengarkan keterangan dari para pihak, Komisi I DPRD Kota Ambon memutuskan untuk melakukan uji petik atau peninjauan langsung di lapangan pada Kamis (18/9/2025) guna memastikan kejelasan status dan batas kepemilikan tanah yang disengketakan.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT