Dapat Kehormatan dari KAHMI, Refleksi Kepemimpinan Inklusif Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 17 September 2025 - 11:07 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Isu miring yang diarahkan kepada Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, tentang kedekatannya dengan organisasi kepemudaan muslim, patut disikapi dengan jernih. Narasi yang menyebut adanya kepentingan sempit di balik relasi tersebut jelas tidak berdasar.

Justru fakta menunjukkan, kepemimpinan yang terbuka terhadap semua organisasi adalah modal penting dalam membangun Kota Ambon yang majemuk.

Salah satu contoh konkret keterbukaan itu tercermin pada penganugerahan Wattimena sebagai warga kehormatan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Ambon pada September 2023 silam. Penganugerahan itu langsung disaksikan senior sekaligus tokoh nasional Anas Urbaningrum dan sejumlah tokoh HMI Maluku di Grand Avira kota Ambon.

Momen itu jadi sejarah sekaligus refleksi betapa seorang pemimpin mampu menjalin sinergi dengan elemen masyarakat, tanpa sekat agama maupun identitas.

Penghargaan tersebut lahir dari pengakuan terhadap kontribusi nyata, bukan karena pertimbangan politik sesaat.

Mengaitkan momentum kebersamaan itu dengan tuduhan sempit hanya akan menyesatkan publik. Kepemimpinan yang inklusif selalu berupaya merangkul, bukan membatasi. Relasi dengan KAHMI, GMKI, maupun organisasi kepemudaan lainnya merupakan bagian dari strategi membangun jembatan komunikasi demi kemajuan kota.

Tudingan serta kecurigaan bermuara pada narasi provokatif terhadap Wattimena hanya berpotensi memecah belah. Bahkan, klarifikasi fakta akademis menunjukkan bahwa Wattimena adalah lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN), bukan bagian dari organisasi mahasiswa tertentu sebagaimana diberitakan atau di-isu-kan sejumlah oknum di media.

Artinya, upaya memelintir fakta hanyalah manuver politik, atau sebatas iseng mencari cela panggung yang mengorbankan harmoni sosial.

Yang dibutuhkan Ambon hari ini adalah menjaga stabilitas, memperkuat sinergi, dan menumbuhkan kepercayaan. Refleksi atas momentum penghargaan di tahun 2023 mestinya memotivasi kita semua untuk meneguhkan komitmen kebersamaan.

Baca Juga :  Ketika "Pastori" Menjadi Simbol: Bahaya Menggeser Konflik Dua Negeri di Taniwel Bisa Jadi Lebih Ngeri

Kota ini akan maju bila setiap elemen saling merangkul, bukan saling curiga. Sebagaimana kecurigaan oknum atas momentum Musda barisa Jas Merah Maron (Ikatan Mahasiswa Muhmamadiyah) yang baru kemarin dibuka.

Akibat dari kedekatan dan kesolehan Wattimena dalam merangkul hingga dengan mudah dipelintir. Sekali lagi menutup tajuk ini, semoga anak-anak muda sadar, bahwa Ambon butuh stabilitas dan kepercayaan. Kota ini akan maju bila setiap elemen saling merangkul, mendukung, dan berkolaborasi, bukan saling mencurigai.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mengukur Profesionalitas dan Kapasitas DPRD SBB: Tinggalkan Kantor, Tinggalkan Ibu Kota Kabupaten
Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?
Sinabar Huamual: Nafkah, Kehidupan, dan Pilihan Ekonomi Ribuan Warga Maluku
Ketika “Pastori” Menjadi Simbol: Bahaya Menggeser Konflik Dua Negeri di Taniwel Bisa Jadi Lebih Ngeri
Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan
APBD Ratusan Miliar, SBB Kabupaten Terbesar Ketiga di Maluku Tapi Tidak Ada Kerja Sama Media – Publikasi Berantakan
Panglima Baru XV/Pattimura dan Isyarat Keras bagi Masa Depan Maluku
Lewerissa “Orno-kan” Vanath ?

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 05:42 WIT

Mengukur Profesionalitas dan Kapasitas DPRD SBB: Tinggalkan Kantor, Tinggalkan Ibu Kota Kabupaten

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:13 WIT

Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?

Rabu, 7 Oktober 2026 - 03:58 WIT

Sinabar Huamual: Nafkah, Kehidupan, dan Pilihan Ekonomi Ribuan Warga Maluku

Minggu, 13 September 2026 - 23:22 WIT

Ketika “Pastori” Menjadi Simbol: Bahaya Menggeser Konflik Dua Negeri di Taniwel Bisa Jadi Lebih Ngeri

Minggu, 13 September 2026 - 13:18 WIT

Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT