Namlea, Maluku – Di tengah tantangan pembangunan dan iklim usaha yang dinamis di Kabupaten Buru, muncul sosok perempuan muda yang tampil bukan hanya sebagai politisi, tapi juga sebagai motor penggerak kewirausahaan daerah.
Dia adalah Hartini Wamnebo—anggota DPRD Kabupaten Buru periode 2024–2029, dan kini secara resmi menyatakan kesiapannya mencalonkan diri sebagai Ketua Umum BPC HIPMI Kabupaten Buru.
Hartini bukanlah sosok baru dalam perjuangan. Ia telah membuktikan diri sebagai wakil rakyat yang bekerja dari bawah, turun langsung ke tengah masyarakat, menyerap aspirasi, dan memperjuangkan kepentingan publik dengan integritas.
Namun ia memahami bahwa pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan kebijakan dari parlemen. Perubahan juga harus hadir dari sektor riil—dari pelaku usaha, dari anak muda, dan dari inovator lokal.
Dengan latar belakang politik dan kedekatannya pada rakyat kecil, Hartini melangkah membawa visi besar: membangun ekosistem kewirausahaan muda di Kabupaten Buru yang tangguh, mandiri, dan inklusif. Ia melihat HIPMI bukan hanya sebagai organisasi elit pengusaha, melainkan sebagai gerakan kolaboratif yang mampu mengangkat potensi lokal, memperkuat UMKM, serta membuka ruang bagi inovasi dan digitalisasi ekonomi.
“Kabupaten Buru punya potensi besar. Tapi kita butuh penggerak, bukan penonton. Saya siap membawa HIPMI menjadi rumah besar pengusaha muda dan wadah untuk semua yang mau tumbuh,” tegas Hartini.
Hartini menawarkan arah baru: HIPMI sebagai pusat pelatihan, mentoring, dan pemberdayaan. Ia ingin memastikan setiap pemuda—terlepas dari latar belakangnya—punya akses terhadap pengetahuan bisnis, modal usaha, dan pasar yang lebih luas. Ia juga bertekad mendorong kehadiran lebih banyak perempuan pengusaha, agar suara dan kontribusi mereka juga menjadi bagian dari denyut ekonomi lokal.
Langkah Hartini mencerminkan keberanian generasi baru perempuan Maluku yang tak hanya hadir sebagai penggembira, tetapi sebagai pemimpin. Ia membawa semangat lead by doing, bukan sekadar retorika. Dari parlemen ke dunia usaha, Hartini menjadikan pengabdian sebagai jalan panjang untuk membawa perubahan nyata.
Jika terpilih sebagai Ketua BPC HIPMI, Hartini berkomitmen membangun HIPMI yang lebih terbuka, relevan, dan berdampak. HIPMI yang tidak hanya hadir di seminar dan seremoni, tapi hadir di pasar, di UMKM, di desa-desa, dan di ruang-ruang kreativitas anak muda Buru.
Hartini Wamnebo adalah simbol perubahan, semangat wirausaha, dan suara generasi baru Buru. Ia membuktikan bahwa kepemimpinan bukan soal usia atau gender, tapi soal visi, aksi, dan keberanian untuk membawa semua lebih maju bersama.
“Kita tidak butuh pemimpin yang sempurna. Kita butuh pemimpin yang hadir, bekerja, dan berjuang bersama.”
Dengan semangat itu, Hartini melangkah. Tak sekadar mencalonkan diri, tetapi membawa harapan: Buru yang lebih berdaya, lebih wirausaha, dan lebih siap menghadapi masa depan.***














Komentar