Lurang, Maluku– Suasana di halaman SD Negeri Lurang pada Kamis pagi itu berbeda dari biasanya. Puluhan siswa, berseragam lengkap dan mengenakan sarung tangan, tampak sibuk memunguti sampah plastik dari tanah dan selokan.
Di samping mereka, beberapa guru dan relawan dari perusahaan tambang PT Batutua Kharisma Permai – PT Batutua Tembaga Raya (BKP-BTR) turut serta dalam aksi bersih-bersih lingkungan, memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.
Kegiatan ini bukan sekadar seremoni. Di bawah tema global “Hentikan Polusi Plastik”, perusahaan tambang yang beroperasi di Pulau Wetar itu menggandeng generasi muda untuk terjun langsung dalam pengelolaan sampah dan edukasi lingkungan.
“Biasanya kegiatan seperti ini kami lakukan di area internal perusahaan. Tapi tahun ini kami ingin menyasar anak-anak sekolah, karena dari merekalah perubahan dimulai,” kata Wilfridus Nahak, Community Relations Superintendent BKP-BTR, saat membuka acara.
Sebanyak 130 siswa dari berbagai tingkatan pendidikan di Desa Lurang ikut terlibat dalam kegiatan ini.
Dalam waktu singkat, mereka berhasil mengumpulkan 117 kilogram sampah, sebagian besar berupa plastik sekali pakai.
Menurut Robert Kelen, pemateri lingkungan yang juga terlibat dalam kegiatan tersebut, usia dini adalah momen paling tepat untuk membentuk kebiasaan baru.
“Anak-anak lebih mudah menyerap nilai. Harapannya, mereka tumbuh menjadi pionir—bukan hanya untuk keluarga mereka, tapi juga untuk komunitas di sekitarnya,” kata Robert.
Kegiatan ini menuai tanggapan positif dari masyarakat. Salah satu siswi SMA menyebut kegiatan tersebut sebagai pelajaran nyata tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup. Kepala SDN Lurang, Lyliana Johansz, bahkan menyebutnya sebagai momentum yang akan berdampak jangka panjang.
“Anak-anak memang sudah diajarkan soal kebersihan, tapi ketika mereka melihat dan ikut langsung dalam kegiatan seperti ini, pesannya jauh lebih kuat,” ujar Lyliana.
Bagi BKP-BTR, kegiatan ini bukan akhir, melainkan awal dari pendekatan baru dalam kampanye lingkungan mereka.
“Kami ingin kegiatan seperti ini jadi agenda rutin, bukan hanya saat peringatan hari besar,” ucap Wilfridus.
Dari pelosok Maluku, suara anak-anak Wetar membawa pesan yang menggaung jauh: bumi bersih dimulai dari langkah kecil, dan dari generasi yang peduli.***














Komentar