Lemosol Sebut Bupati Asri Hambat Pertumbuhan Investasi dan Ekonomi Daerah

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 21 Juli 2025 - 08:14 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Pernyataan tegas Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa dalam mendukung investasi PT Spice Islands Maluku (SIM) di Seram Bagian Barat (SBB) tampaknya tidak direspons sejalan oleh Bupati Asri Arman. Langkah Pemkab SBB yang menerbitkan surat penangguhan aktivitas pengembangan lahan PT SIM dinilai sebagai bentuk penghambatan investasi strategis di wilayah tersebut.

Melalui rilis yang diterima media, Minggu (20/07), Yanto Lemosol, salah satu pemuda SBB, menyampaikan kekecewaannya atas sikap Bupati Asri Arman.

“Penundaan ini bukan hanya menghambat ekspansi perusahaan, tetapi juga berdampak langsung pada tenaga kerja lokal dan perkembangan ekonomi daerah,” Lemosol.

Surat penangguhan bernomor 600.4/17.2/249 yang diteken Bupati pada 14 Juli 2025 itu memerintahkan penghentian aktivitas land clearing di area yang masih bersengketa, khususnya di Desa Kawa.

Padahal, PT SIM telah berinvestasi lebih dari Rp550 miliar sejak 2018 dan mempekerjakan ratusan warga lokal.

Lemosol menilai, sebagai kepala daerah definitif, Bupati seharusnya mampu menjadi jembatan mediasi, bukan malah memperpanjang kebuntuan konflik lahan.

Ia menambahkan bahwa ketidakpastian ini telah menyebabkan eksodus pemuda SBB ke wilayah pertambangan di luar daerah akibat minimnya lapangan kerja.

Sebelumnya, Gubernur Hendrik menegaskan bahwa investasi swasta merupakan solusi untuk menekan pengangguran dan kemiskinan di Maluku.

Baca Juga :  Hambra Samal Beri Atensi Pembangunan Masjid Al Istiqomah Luhutuban, Dorong Percepatan Pembangunan

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah provinsi dan kabupaten untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif.

PT SIM sendiri terpaksa menghentikan sementara operasi dan merumahkan tenaga kerja akibat ketidakpastian hukum yang belum terselesaikan.

Hingga kini, belum ada kepastian atas penyelesaian konflik lahan yang menghambat pengembangan lahan produktif.

“Kami butuh pemimpin yang berpihak pada masa depan daerah, bukan yang justru menghambatnya,” tutup dia.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 11:11 WIT

ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub

Berita Terbaru