Ambon, Maluku – Kota Ambon mengalami berbagai perubahan positif di bawah kepemimpinan Wali Kota Bodewin Wattimena dan Wakil Walikota Ely Toisutta. Gaya kepemimpinan yang komunikatif dan responsif terhadap persoalan masyarakat disebut menjadi kunci utama kemajuan tersebut.
Hal ini dikatakan Mario Kakisina, mahasiswa pascasarjana Universitas Pattimura Ambon, Sabtu (30/05).
Diakui, perubahan yang terjadi kurung waktu 100 hari pasca dilantik menunjukkan adanya perhatian serius dari pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat.
“Saya melihat ada ruang dialog yang terbuka antara warga dan pemimpin. Respons terhadap persoalan-persoalan seperti infrastruktur, kebersihan, dan pelayanan publik jauh lebih cepat dan terarah,” ujar Mario.
Mario menambahkan bahwa partisipasi masyarakat juga meningkat seiring dengan kepercayaan terhadap kepemimpinan yang terbuka terhadap kritik dan masukan.
“Masyarakat kini tidak sungkan menyampaikan aspirasi, karena mereka merasa didengar. Ini penting dalam membangun kota secara berkelanjutan,” tambahnya.
Selama masa kepemimpinan Bodewin Wattimena dan Ely Toisutta, Pemkot Ambon tercatat telah melakukan beberapa perbaikan signifikan, termasuk peningkatan fasilitas publik, pembenahan sistem transportasi kota, serta digitalisasi layanan administratif.
Dirinya berharap komunikasi yang intensif antara pemimpin dan masyarakat ini tetap dijaga dan dikembangkan demi menciptakan kota yang lebih inklusif dan maju.***














Komentar