Demo Damai di Daerah Bekas Konflik

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 1 September 2025 - 10:59 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Demokrasi adalah fondasi dari kehidupan berbangsa dan bernegara yang menjunjung tinggi kebebasan berekspresi, yang dijamin sepenuhnya oleh konstitusi.

Dalam praktiknya, aksi demonstrasi seringkali menjadi “ventilasi demokrasi” yang paling nyata. Sebuah saluran penting ketika suara rakyat merasa tidak didengar melalui mekanisme formal yang ada.

Namun, wajah demonstrasi di Indonesia belakangan ini diwarnai oleh narasi kekerasan, kericuhan, dan anarkisme. Citra tersebut seolah mengaburkan esensi dasarnya bahwa demonstrasi adalah mekanisme koreksi sosial yang konstruktif, bukan panggung untuk menunjukkan kekuatan massa yang brutal.

Namun, sebuah teladan hadir dari Ambon. Aksi ribuan pemuda dan mahasiswa di depan Mapolda Maluku berjalan lancar dan damai. Peristiwa ini menjadi contoh nyata bagaimana demokrasi dapat diwujudkan dengan cara yang humanis dan beradab.

Kunci keberhasilan ini terletak pada pendekatan persuasif yang ditunjukkan langsung oleh Kapolda Maluku, Irjen. Pol. Dadang Hartanto. Alih-alih bersikap konfrontatif, ia turun langsung menjumpai massa pendemo.

Langkah Kapolda sungguh powerful. Dengan pendekatan humanis, ia meredakan ketegangan dan mengalihkan amarah menjadi dialog. Bahkan, ia tidak segan duduk melantai, menyamakan diri, dan mendengarkan aspirasi dengan penuh perhatian.

Tindakan sitting down secara harfiah dan figuratif ini mengirimkan pesan yang jelas, kepolisian bukanlah musuh yang harus dihadapi, melainkan mitra yang siap mendengarkan. Kapolda secara tegas mendukung hak demonstrasi damai, sekaligus melegitimasi tanggung jawab massa untuk tidak anarkis. Hubungan yang terbangun pun berubah dari konfrontatif menjadi kolaboratif.

Pendekatan semacam ini sangat relevan mengingat latar belakang Ambon sebagai daerah yang pernah dilanda kerusuhan komunal. Meskipun dikenal dengan karakter masyarakatnya yang keras dan memiliki memori kelam konflik masa lalu, demonstrasi kali ini berhasil dikelola tanpa memicu kekerasan baru. Tidak ada korban luka, apalagi jiwa, serta tidak terjadi pembakaran atau penjarahan.

Baca Juga :  Media, Kepentingan, dan Oportunisme di Awal Pemerintahan Bupati Asri Arman

Dari Ambon kita belajar, demonstrasi damai adalah capaian nyata yang butuh komitmen bersama. Massa harus disiplin, sementara aparat harus beralih dari pendekatan keamanan (security approach) ke pendekatan komunikasi yang humanis.

Kesuksesan Ambon membuktikan “ventilasi demokrasi” bisa berfungsi tanpa kerusakan. Aspirasi justru lebih terdengar ketika nuansa damai terjaga. Peristiwa ini menjadi teladan bahwa kekuatan empati dan persuasi lebih ampuh daripada kekuatan fisik. Demokrasi yang dewasa bukan tentang sekeras apa suara diteriakan, tetapi sedalam apa suara itu didengarkan. *** (AT)

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Aarah Pembangunan Maluku Tengah
Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus
Merkuri Seram Terbaik di Dunia
Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?
Membaca ‘Etika’ Politik RBS; Relasi Politik dan Loyalitas Tanpa Kompromi
Hilirisasi Kelapa dan Pala: Jalan Kesejahteraan dan Masa Depan Generasi Muda Maluku Tengah
Gubernur Hendrik Lewerissa Dibiarkan Hadapi Badai Opini Sendirian, Mesin Birokrasi Pemprov Dimatikan
BUMD di Maluku Sedang Sakit

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Aarah Pembangunan Maluku Tengah

Rabu, 28 Oktober 2026 - 02:09 WIT

Suara Perempuan, Semangat Perjuangan, dan Tanggung Jawab Menyiapkan Generasi Penerus

Senin, 26 Oktober 2026 - 13:32 WIT

Merkuri Seram Terbaik di Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 - 05:13 WIT

Memilih Kader atau Mendorong Ketidak Pastian Elektoral Bagi Demokrat Maluku?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 04:02 WIT

Membaca ‘Etika’ Politik RBS; Relasi Politik dan Loyalitas Tanpa Kompromi

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT