Masohi, Maluku— Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, menyapa langsung pelajar di wilayah pegunungan dan kepulauan Kabupaten Maluku Tengah, yang kini mulai merasakan manfaat konektivitas digital melalui layanan satelit Starlink.
Langkah ini menjadi momentum penting dalam upaya pemerataan pendidikan di daerah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar). Setelah delapan dekade terisolasi karena keterbatasan geografis, puluhan sekolah di Maluku Tengah kini tersambung ke jaringan internet global.
Transformasi tersebut merupakan hasil kolaborasi strategis antara Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah di bawah kepemimpinan Bupati Zulkarnain Awat Amir dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Program INOVASI, dan SEAMEO SEAMOLEC.
Abdul Mu’ti menyebut langkah digitalisasi pendidikan di Maluku Tengah sebagai terobosan inspiratif. Ia mengapresiasi kerja sama lintas sektor yang mampu membuka ruang belajar baru bagi ribuan siswa di wilayah terpencil.
“Pendidikan dapat mengubah nasib, dan sekarang sudah ada fasilitas Starlink yang memampukan itu. Anak-anak di pulau dan pegunungan harus percaya diri dan terus belajar, karena akses ilmu kini sudah terbuka,” kata Mu’ti saat menyapa pelajar secara daring.
Dengan dukungan jaringan satelit, ruang kelas yang dulu sunyi kini berubah menjadi ruang belajar interaktif. Para guru dapat mengikuti pelatihan daring, berkolaborasi antarwilayah, serta memperkaya metode ajar melalui sumber digital global.
Bupati Zulkarnain menjelaskan, 95 persen wilayah Maluku Tengah terdiri dari laut dan pulau-pulau kecil. Kondisi itu selama puluhan tahun membuat sekolah-sekolah di daerah pegunungan dan kepulauan sulit berkomunikasi dengan dinas pendidikan maupun mengakses pelatihan guru.
“Sekarang 30 sekolah terpencil telah menikmati manfaat konektivitas baru ini, menjangkau lebih dari 1.500 siswa dan ratusan tenaga pendidik. Ini bukan sekadar koneksi internet, tapi koneksi masa depan,” ujar Zulkarnain.
Untuk memperkuat keberlanjutan program, Pemkab Maluku Tengah juga tengah menyiapkan pembangunan Studio Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di Masohi.
Studio ini akan menjadi pusat digital yang memungkinkan guru dari wilayah perkotaan mengajar siswa di pulau-pulau secara daring.
Langkah berani ini menandai babak baru pendidikan di daerah kepulauan. Keterbatasan geografis tak lagi menjadi penghalang, melainkan menjadi pendorong bagi inovasi pendidikan yang lebih inklusif dan berkeadilan.***














Komentar