Pemda KKT Tidur, Pemuda Katolik Geram, Vikep KKT-MBD Turun Tangan

- Jurnalis

Jumat, 21 November 2025 - 15:26 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

 

 

Saumlaki, TrendingMaluku.com – Konflik antar desa di Kepulauan Tanimbar, Maluku, kembali terjadi antara dua Desa, yakni Arui dan Sangliat, pada Jumat (21/11/2025). Dua desa yang sebelumnya telah beberapa kali terlibat konflik ini, kembali berulah lantaran masalah lahan petuanan yang dieksekusi oleh Pengadilan Negeri Saumlaki tanpa antisipasi konflik. Namun, yang lebih mengejutkan, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT), seolah acuh dan menutup mata tanpa ada tindakan nyata di lapangan terhadap kisruh dua desa tersebut.

Vikaris Episkopal KKT-MBD (Vikep KKT-MBD), RD. Ponsio Ongirwalu, akhirnya turun tangan. Hal ini membuat Pemuda Katolik Komcab Kepulauan Tanimbar angkat bicara, dengan mengecam Pemda KKT yang dianggap tidak efektif dalam menangani konflik ini.

Kepada media ini, salah satu tokoh senior Pemuda Katolik, Anders Luturyali, angkat bicara dengan mengecam Pemda yang dianggap tidur saat konflik ini terjadi.

“Kalian tidur, kami berdarah,” kata Anders, saat diwawancarai media ini. “Sungguh miris jika konflik antar desa seperti ini terjadi tapi tak terlihat kehadiran Pemda KKT dalam memberikan solusi sehingga Vikaris Episkopal KKT MBD, RD. Ponsio Ongirwalu bersama Pastor Pius Fenyapwain harus hadir berdiri di tengah konflik antar kedua desa sebagai penengah, padahal aparat keamanan sudah ditempat. Harusnya Aparat keamanan yang lakukan eksekusi lahan sudah harus mengantisipasi kejadian-kejadian seperti ini,” sambungnya

Baca Juga :  Perihal Aksi Terhadap Johanes Rettob, Ini Respon Kejaksaan Agung

Menurut Anders, hal tersebut sangat mengherankan, karena berbanding terbalik dengan sorotan kamera ketika ada acara seremonial walau di lubang semut pun Pemda hadiri, namun saat konflik hadap berhadapan antar desa seperti ini, Pemda lalai dan terkesan tidur pulas tak tau menahu.

Anders mengecam sikap pemda yang menunjukan sikap pilih kasih di tengah konflik antar dua desa yang sementara terjadi dengan melempar tanggungjawab kepada pihak gereja, tetapi ada beberapa desa yang berkoflik waktu lalu, Pemda mengupayakan untuk hadir sekalipun sudah larut malam, solah bagi porsi.

“Maksud Pemda ini apa?,” tanya Anders geram.

Ia melanjutkan, Bahwa kehadiran Pastor Ponci dan Pastor Pius, sebagai tanggung jawab moral bagi umat, sekaligus tindak penyelamatan bagi masyarakat Tanimbar yang tampak tak bernahkoda.

“Untung masyarakat kedua desa sangat menghargai para Imam sehingga tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan kepada mereka. Namun kemudian saya ingatkan, jika terjadi sesuatu terterhadap para imam kami atas kelalaian Pemda, maka kami dengan kekuatan besar akan bangkit melawan Pemda KKT,” tandasnya.

Baca Juga :  Kota Tual Jadi Lokasi Perdana Sosialisasi Perpres 46/2025 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah

Tuntut Pemda yang Buta dan Tak Bernurani

Pemuda Katolik Komcab KKT menuntut Pemda KKT untuk segera bertindak dan menyelesaikan konflik ini. Mereka tidak bisa terus-menerus hidup dalam ketakutan dan ketidakpastian. Pemda harus bekerja sama dengan aparat keamanan dan masyarakat untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di wilayahnya, bukan membiarkan Vikaris Episkopal KKT MBD dan Pastor Paroki berjalan sendiri.

Pemuda Katolik Komcab KKT juga memberi apresiasi kepada Vikaris Episkopal KKT MBD dan Pastor yang hadir karena punya kepedulian kepada umatnya tapi Pemda KKT mestinya menunjukkan tanggungjawab kepada masyarakatnya. Para Pastor memiliki suara kenabian, tapi Pemda KKT punya tanggungjawab atas jaminan keamanan dan ketertiban bukan menjadikan Para pastor sebagai tameng penyelesaian konflik.

“Pemda KKT harus segera bangun dari tidurnya agar bisa melihat jelih serta menyelesaikan konflik antar dua desa ini, apalagi ini desanya Ibu Wakil Bupati. Jangan biarkan Tokoh Agama, TNI dan Polri jadi Pemadam Kebakaran di tengah konflik antar warga. Jangan konflik di desa lain hadir bak pahlawan tapi di desa sendiri duduk diam bahkan mungkin tidur dan pura-pura tuli,” ungkap Anders. “Jangan biarkan konflik ini berlanjut.! Bangun, Pemda KKT,” serunya. (*)

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sudah Cukup Dijanjikan, Pemuda Lermatan siap Palang Lahan 662, Tuntut Kepastian Pembayaran
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP
KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026
Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda
KNPI Maluku Ajak Publik Bijak Memilah Kewenangan Pemerintahan
Rektor UIN Ambon Prof Abidin Raih PIKI Awards 2026, Diakui atas Perjuangan Toleransi dan Perdamaian
Cermati Capaian Bang Ozan, Tuhepaly Soroti Perubahan Pendidikan dan Arah Baru Ekonomi Malteng

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:18 WIT

Sudah Cukup Dijanjikan, Pemuda Lermatan siap Palang Lahan 662, Tuntut Kepastian Pembayaran

Minggu, 1 November 2026 - 02:24 WIT

Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN

Jumat, 30 Oktober 2026 - 04:26 WIT

Plt Ketua DPW PPP Maluku Dukung Pemberhentian Waketum dan Sekjen DPP

Kamis, 29 Oktober 2026 - 00:15 WIT

KTC Gaungkan Aksi Nyata Peringatan Sumpah Pemuda Lewat Kusambi Tanempar Cup 2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 06:30 WIT

Momentum Sumpah Pemuda, Subhan Pattimahu Dorong Prabowo Bentuk Kementerian Peranan Pemuda

Berita Terbaru