TANIMBAR, Trending-Maluku.com, – Senyum merekah di ruang pertemuan itu, namun sesekali tangan para penerima amplop bergetar. Bukan karena gugup, melainkan karena di balik kertas kwitansi yang mereka tandatangani, tersimpan dua makna besar: pulang bisa membangun rumah yang lebih layak, dan pergi melepas sejengkal tanah yang akan menjadi saksi bisu sejarah energi nasional.
Hari ini, 23 kepala keluarga di Desa Lermatang, Tanimbar Selatan, resmi mengantongi Santunan Penanganan Dampak Sosial Kemasyarakatan (PDSK) senilai total Rp1,9 Miliar dari pengelola Blok Masela di Villa Bukit Indah Saumlaki, Rabu (8/7/2026).
Uang itu bukan sekadar ganti rugi tanaman tumbuh di atas lahan 5,5 Hektare. Lebih dari itu, pencairan ini adalah kunci fisik yang membuka pintu menuju Groundbreaking Proyek Strategis Nasional (PSN) Blok Masela.
Berdasarkan Keputusan Gubernur Maluku No. 835 Tahun 2026, dana yang digelontorkan langsung oleh Manajemen INPEX Masela perwakilan Saumlaki ini memastikan bahwa tidak ada lagi urusan administrasi yang menghambat pembangunan lapangan Abadi di ujung timur Indonesia.
“Hari ini kami merasakan langsung sentuhan ekonominya,” ujar salah satu perwakilan penerima santunan di sela-sela penandatanganan.
Menyadari bobot kepercayaan ini, Sekretaris Daerah KKT, Brampi Moriolkossu, menegaskan bahwa momen ini adalah buah dari kerja keras tripartit: Pemda, Provinsi Maluku, dan korporasi.
“Ini bukti konkret negara hadir. Hak rakyat bukanlah biaya proyek, melainkan investasi awal untuk kemajuan bersama,” tegasnya di Aula Vila Bukit Indah.
Dengan berpindahnya hak kelola tanaman menjadi uang tunai di tangan warga, proses administrasi untuk pembangunan infrastruktur di Desa Lermatang kini dinyatakan matang 100%.
Yang menarik, alih-alih protes, 23 keluarga penerima justru menyampaikan terima kasih balik kepada aparat, sebuah sinergi langka dalam proyek sebesar Blok Masela.
Kini, giliran alat berat yang akan menanam masa depan, menggantikan pepohonan yang ditebang, demi aliran energi yang menerangi Bumi Duan Lolat untuk generasi mendatang.














Komentar