Piru, Maluku– Festival Seni Qasidah LASQI Nusantara Jaya Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) 2026 mulai memasuki tahap pematangan. Ketua LASQI Kabupaten SBB, Yeni Rosbayani Asri, memimpin langsung rapat koordinasi pengurus untuk memastikan seluruh persiapan festival berjalan optimal.
Rapat yang berlangsung pada Rabu, 26 Agustus 2026, membahas berbagai kebutuhan teknis pelaksanaan, mulai dari kesiapan panitia, mekanisme perlombaan, kriteria penilaian hingga strategi menjaring peserta dari seluruh kecamatan di SBB.
Yeni menegaskan, festival tersebut tidak semata-mata menjadi ajang perlombaan seni religi. Menurutnya, kegiatan itu harus menjadi ruang untuk menemukan dan mengembangkan talenta muda SBB di bidang seni qasidah.
“Kita tidak hanya mengadakan lomba. Kita sedang membuka pintu bagi bakat-bakat hebat yang selama ini tersembunyi di negeri-negeri kita. Lewat festival ini, mereka punya panggung, punya wadah, dan punya kesempatan untuk bersinar. Inilah milik mereka, milik seluruh putra-putri Seram Bagian Barat,” tegas Yeni.
Ia mengatakan, keterlibatan seluruh kecamatan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan festival. Setiap wilayah diharapkan dapat mengirimkan putra-putri terbaiknya sehingga ajang tersebut benar-benar menjadi panggung bersama bagi generasi muda SBB.
Selain menjadi ruang kompetisi, festival diharapkan mampu memperkuat kecintaan generasi muda terhadap seni religi sekaligus membuka peluang lahirnya talenta-talenta baru yang dapat membawa nama SBB ke tingkat yang lebih tinggi.
Karena itu, LASQI SBB terus mematangkan konsep penyelenggaraan agar festival berlangsung profesional, berkualitas dan mampu memberikan ruang yang adil bagi seluruh peserta.
Festival Seni Qasidah LASQI Nusantara Jaya Kabupaten SBB 2026 dijadwalkan berlangsung selama dua hari, 29–30 Agustus 2026, di Gedung Hatutelu, Piru.
Ajang tersebut akan menjadi panggung bagi para peserta untuk menunjukkan kemampuan vokal, seni qasidah dan kreativitas religi sekaligus mempererat ukhuwah di tengah masyarakat.
LASQI SBB berharap dukungan masyarakat dapat mengiringi pelaksanaan festival sehingga momentum tersebut tidak hanya melahirkan juara, tetapi juga menemukan bintang-bintang baru seni religi dari Bumi Saka Mese Nusa.***














Komentar