Status Privat di-Screenshot, Alfaris: Foto 1 Tahun Lalu, Status Privasi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 07:09 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku — Foto lama Alfaris, salah satu orang dekat Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, kembali beredar di media sosial setelah status WhatsApp yang bersifat privat diduga di-screenshot dan disebarluaskan oleh pihak lain.

Foto tersebut kemudian dikaitkan dengan kondisi ekonomi Maluku melalui unggahan akun TikTok Malona.

Padahal, menurut Alfaris, foto yang menampilkan dirinya memegang sejumlah uang tersebut merupakan dokumentasi lama yang sama sekali tidak berkaitan dengan kondisi ekonomi Maluku saat ini maupun dengan aktivitas Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.

Alfaris menegaskan, foto itu sebelumnya tidak pernah dimaksudkan untuk konsumsi publik.

Foto tersebut diunggah melalui status WhatsApp dengan pengaturan privasi terbatas, yakni hanya dapat dilihat oleh sejumlah kontak tertentu yang dipilihnya.

“Itu foto lama. Lama sekali. Sekitar Satu tahun lalu, Tidak ada kaitan dengan kondisional sekarang. Apalagi mau dikait-kaitkan dengan Pak Gub. Saya pastikan, status privat saya itu hanya untuk teman-teman di lingkungan kerja,” kata Alfaris.

Menurutnya, unggahan tersebut dibuat dalam konteks candaan dan komunikasi internal di lingkungan pertemanan serta rekan kerja.

Karena itu, ia menyayangkan ketika sebuah konten yang sejak awal dibatasi untuk kalangan tertentu justru diambil melalui tangkapan layar kemudian disebarluaskan dan diberi narasi berbeda dari konteks sebenarnya.

Alfaris juga membenarkan bahwa foto tersebut merupakan foto asli. Tapi sudah lama dan bukan milik dia tapi punya orang. Foto hanya untuk kenang kenangan.

Baca Juga :  Fahri Bachmid: Lembaga Lain Tak Berwenang Tetapkan Kerugian Negara

Namun, ia kembali menegaskan bahwa foto itu merupakan dokumentasi lama yang dibuat sebagai kenang-kenangan dan tidak memiliki maksud sebagaimana narasi yang kemudian berkembang di ruang publik.

“Saya tidak mau menuduh atau terkesan mengkambinghitamkan siapa yang dengan sengaja men-screenshot status itu. Poinnya di sini, banyak informasi internal lingkungan kerja yang bocor keluar. Ini bisa menjadi catatan untuk melihat dari mana sumbernya,” ujarnya.

Ia menilai persoalan tersebut perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena dalam beberapa waktu terakhir sejumlah informasi yang semestinya berada dalam lingkup internal justru muncul dan berkembang di ruang publik.

Menurut Alfaris, fenomena tersebut bukan hanya berkaitan dengan dirinya maupun foto yang kini beredar.

Ia menyebut kebocoran informasi internal juga terlihat dalam sejumlah isu pemerintahan dan anggaran daerah yang kemudian menjadi konsumsi publik sebelum waktunya.

“Beberapa bulan terakhir publik Maluku selalu digegerkan dengan informasi-informasi yang sifatnya rahasia. Bahkan soal anggaran daerah pun selalu ada informasi yang bocor. Ini tentu harus menjadi atensi untuk dapat dikondisikan dan ditertibkan,” katanya.

Ia kembali menjelaskan bahwa status WhatsApp yang dibuatnya menggunakan fitur “Dibagikan Hanya ke”, sehingga tidak dapat dilihat oleh seluruh kontak maupun publik secara terbuka.

“Kembali saya sampaikan, status yang saya buat itu privat, hanya untuk beberapa nomor kontak. Bukan secara terbuka untuk umum. Di pengaturan WhatsApp itu ada opsi ‘Dibagikan Hanya ke’ untuk nomor kontak yang dipilih,” tegas Alfaris.

Baca Juga :  Kepala BPJN Maluku Dukung Program Ketahanan Pangan dan Energi Pemerintahan Baru

Karena itu, ia meminta agar foto lama tersebut tidak ditarik ke dalam konteks politik maupun kondisi ekonomi Maluku saat ini.

Menurutnya, menghubungkan foto tersebut dengan kondisi masyarakat Maluku merupakan penafsiran yang tidak sesuai dengan konteks yang dimaksud.

“Jangan kemudian disalah-tafsirkan, apalagi dibuat olahan seakan-akan rakyat susah tetapi perangkat yang mengawal Gubernur Maluku justru lagi senang-senang. Tidak demikian. Foto itu foto lama dan konteksnya berbeda,” tegasnya.

Alfaris mengatakan, dirinya tidak bermaksud menuduh pihak tertentu terkait penyebaran tangkapan layar tersebut.

Namun, ia menilai kejadian ini menjadi momentum untuk melakukan evaluasi terhadap pengelolaan informasi internal, khususnya di lingkungan kerja pemerintahan maupun lingkaran orang-orang yang memiliki akses terhadap informasi tertentu.

“Tidak bermaksud menuduh siapa-siapa. Tetapi ini sudah menjadi perhatian dan dipelajari bersama dari mana informasi-informasi internal itu bisa keluar,” ujarnya.

Di sisi lain, Alfaris menegaskan bahwa dirinya tetap berkomitmen mendukung dan menjaga Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa.

Ia menyebut komitmen tersebut telah dibangun sejak Hendrik Lewerissa masih menjalankan tugas sebagai anggota DPR RI.

“Saya akan selalu berusaha menjadi pelayan yang baik sebagaimana saya lakukan sejak beliau masih menjadi anggota DPR RI waktu silam,” pungkasnya.

Ia berharap publik dapat melihat persoalan tersebut secara utuh dan tidak mudah menarik kesimpulan hanya berdasarkan sebuah foto lama yang diperoleh dari tangkapan layar status privat tanpa memahami konteks awal unggahan tersebut.****

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT