DPRD Maluku Desak BRI Masohi Tuntaskan Kredit Fiktif, 380 Warga Jadi Korban

- Jurnalis

Senin, 2 Februari 2026 - 15:13 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku,- Komisi III DPRD Provinsi Maluku menegaskan kasus dugaan kredit fiktif yang terjadi di Bank BRI Cabang Masohi harus diselesaikan paling lambat akhir Maret 2026.

Penegasan tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, dalam rapat dengar pendapat (RDP) bersama mitra kerja dan warga Dusun Sadar, Kecamatan Seram Utara, Kabupaten Maluku Tengah.

RDP yang berlangsung di ruang Komisi III DPRD Maluku, Senin (02/02/2026), digelar sebagai bentuk respons atas persoalan kredit bermasalah yang dinilai telah menggerus kepercayaan masyarakat terhadap lembaga perbankan.

Ruang Rapat Komisi III DPRD Provinsi Maluku

Alhidayat mengatakan, Komisi III telah melakukan pertemuan khusus dengan pihak Bank BRI Cabang Masohi serta perwakilan nasabah terdampak. Dari hasil pertemuan tersebut, DPRD menetapkan dua poin utama yang wajib dijalankan pihak bank.

“Pertama, Bank BRI harus memproses secara hukum semua pihak yang terbukti terlibat dalam praktik kredit fiktif. Kedua, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap nasabah yang tidak bersalah, termasuk pemulihan nama mereka,” tegas Alhidayat.

Selain itu, Komisi III juga mendesak agar hasil audit internal Bank BRI segera dirampungkan dan disampaikan secara terbuka kepada publik.

“Kepastian hukum bagi masyarakat adalah prioritas. Penyelesaian kasus ini tidak boleh berlarut-larut,” ujarnya.

Menurut Alhidayat, peran strategis Bank BRI sebagai lembaga keuangan utama di wilayah pedesaan Maluku menuntut adanya penanganan cepat dan transparan guna memulihkan kepercayaan publik.

Dalam RDP tersebut, Komisi III mengaku telah menerima komitmen dari pihak Bank BRI Cabang Masohi terkait target penyelesaian kasus. Meski demikian, DPRD menegaskan akan terus melakukan pengawasan hingga kasus benar-benar tuntas.

Berdasarkan data Komisi III DPRD Maluku, sebanyak 380 warga telah teridentifikasi sebagai korban dari sekitar 470 orang yang diduga terdampak.

Total kerugian diperkirakan mencapai Rp4,7 miliar, dengan nilai kredit per orang sekitar Rp10 juta.

Warga mengaku tidak pernah menerima dana kredit, namun rekening mereka tetap dipotong secara berkala, bahkan pada waktu tidak wajar seperti sekitar pukul 00.00 WIT tanpa pemberitahuan.

Alhidayat juga mengungkapkan bahwa kasus serupa pernah terjadi pada periode 2023–2024. Saat itu, dana kredit tidak diterima nasabah dan digunakan oleh pihak lain, meski sebagian sempat dikembalikan.

Persoalan kembali muncul pada pertengahan 2025 ketika kredit dicairkan ulang tanpa sepengetahuan pemilik rekening, namun angsuran tetap dipotong.

“Kami sedang menelusuri apakah terdapat kelalaian dalam verifikasi data nasabah atau adanya praktik tidak benar dari internal bank. Ini jelas melanggar hak konsumen dan aturan perbankan,” tandasnya.

Kasus ini, kata Alhidayat, harus menjadi perhatian serius, mengingat kasus serupa juga pernah terjadi di daerah lain, termasuk dugaan kredit fiktif di BRI Ambon pada 2024 yang kini ditangani Kejati Maluku.*

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 10:47 WIT

BRI Cabang Ambon Perkuat Sinergi dan Dukung Prestasi Pendidikan pada HUT ke-74 Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Berita Terbaru