DPRD Maluku Soroti Ketimpangan Infrastruktur Akibat Efisiensi Anggaran

- Jurnalis

Selasa, 10 Februari 2026 - 12:26 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku,- Komisi III DPRD Provinsi Maluku melakukan kunjungan kerja ke Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Jakarta untuk menyampaikan aspirasi terkait kebijakan efisiensi anggaran pemerintah pusat yang dinilai belum berpihak pada daerah kepulauan.

Wakil Ketua DPRD Provinsi Maluku, Johan Johanis Lewerissa, menegaskan bahwa karakteristik Maluku sebagai provinsi kepulauan tidak dapat disamakan dengan daerah daratan, karena kebutuhan dan biaya pembangunan infrastrukturnya jauh lebih besar.

“Wilayah laut Maluku lebih luas dibanding daratan. Pembangunan jalan, jembatan, dan pelabuhan membutuhkan biaya tinggi. Jika kebijakan anggaran disamaratakan, maka pembangunan di Maluku akan semakin tertinggal,” ujar Johan, Selasa (10/02/2026).

Baca Juga :  BRI Ambon Tegaskan Transparansi, Bantah Isu Penyimpangan dan Hoaks di Media Sosial

Ia menjelaskan, tingginya ketergantungan Maluku terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menyebabkan setiap kebijakan pemangkasan anggaran berdampak langsung pada pembangunan daerah.

Menurut Johan, DPRD memiliki tanggung jawab politik untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat Maluku melalui dialog aktif dengan pemerintah pusat, bukan sekadar menerima kebijakan yang telah ditetapkan.

Baca Juga :  Shadow Tactics: Blades of the Shogun Review

Selain itu, Johan juga menyoroti lemahnya koordinasi perencanaan pembangunan antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota, yang berpotensi melemahkan usulan anggaran karena tidak didukung data yang terpadu dan terukur.

Ia menambahkan, kendala administratif dan aturan teknis pelaksanaan anggaran yang tidak fleksibel sering menghambat proyek infrastruktur di daerah, bahkan menyebabkan pekerjaan terhenti di tengah jalan.

Johan berharap pemerintah pusat membuka ruang dialog yang lebih luas serta memberikan perlakuan khusus bagi daerah kepulauan, agar pembangunan infrastruktur di Maluku dapat berjalan merata dan berkeadilan.*

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri
Dukung Langkah Kodam XV/Pattimura, GEMA – MA Tekankan Penataan Yang Taat Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT