Tanimbar, Trending-Maluku.com, – Harapan baru muncul bagi kelestarian Hutan Yamdena. Anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ema Labobar, menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan nasib hutan yang menjadi sumber kehidupan masyarakat tersebut.
Komitmen ini disampaikan usai menerima perwakilan pendemo yang tergabung dalam Forum Save Hutan Yamdena dalam audiensi bersama di gedung DPRD, Senin (28/9/2026).
Suara dari Daerah Terdampak
Ema Labobar bukanlah sosok yang asing dengan isu ini. Sebagai keterwakilan dari Kecamatan Nirunmas, ia mengaku merasakan langsung dampak dari persoalan yang menimpa Hutan Yamdena di wilahnya.
“Saya juga keterwakilan dari Kecamatan Nirunmas yang juga terdampak hal yang sama,” ujarnya menegaskan.
Posisinya sebagai wakil rakyat dari daerah terdampak membuat Ema Labobar memiliki legitimasi kuat untuk berbicara. Ia tidak hanya mewakili konstituennya, tetapi juga menjadi jembatan antara aspirasi masyarakat dan kebijakan di tingkat legislatif.
Dukung Penuh Perjuangan Sembilan Desa
Dalam audiensi tersebut, Ema Labobar menyampaikan dukungan penuhnya terhadap perjuangan yang diprakarsai oleh sembilan desa yang tergabung dalam Forum Save Hutan Yamdena.
“Saya sangat setuju dengan apa yang dilakukan dan diprakarsai oleh sembilan desa yang telah disampaikan dalam orasi demonstrasi dan audiens saat ini,” tegasnya.
Dukungan ini bukan sekadar pernyataan politik. Sebagai Ketua Fraksi Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) di DPRD Kepulauan Tanimbar, Ema Labobar memiliki posisi strategis untuk mendorong agenda ini masuk ke dalam pembahasan legislatif yang lebih serius.
Bersama Pastor, Tetua Adat, dan Masyarakat
Yang menarik dari sikap Ema Labobar adalah pengakuannya terhadap kekuatan kolektif yang mengawal isu ini. Ia menyebut bahwa Fraksi Gerindra berdiri sejalan dengan Forum Save Hutan Yamdena bersama para pastor, tetua adat, dan masyarakat keterwakilan desa.
“Kami setuju dengan apa yang disampaikan oleh Forum Save Hutan Yamdena bersama para pastor, tetua adat dan masyarakat keterwakilan desa,” ungkapnya.
Kolaborasi antara elemen agama, adat, dan masyarakat sipil ini menunjukkan bahwa penyelamatan Hutan Yamdena adalah agenda bersama yang melampaui kepentingan kelompok tertentu.
Janji Tindak Lanjut yang Serius
Ema Labobar tidak ingin komitmennya berhenti di atas kertas. Ia menegaskan bahwa DPRD memiliki tata tertib yang akan dilaksanakan dengan sebaik mungkin untuk memastikan aspirasi masyarakat ditindaklanjuti.
“Kami punya tatib, dan akan melaksanakan itu dengan sebaik mungkin. Sebagai wakil rakyat, kami akan menerima mandat sepenuhnya dari wakil rakyat, kami akan tetap melaksanakan demi kepentingan masyarakat kita di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” pungkasnya.
Harapan Baru
Bagi masyarakat Kepulauan Tanimbar, pernyataan Ema Labobar membawa angin segar. Setelah sebelumnya sempat muncul kekhawatiran bahwa penegasan serupa hanya akan berhenti tanpa kejelasan, kini ada harapan bahwa perjuangan penyelamatan Hutan Yamdena akan mendapatkan dukungan politik yang nyata.
Dengan posisinya sebagai Ketua Fraksi Gerindra dan wakil dari daerah terdampak, Ema Labobar berada di posisi yang tepat untuk mengawal isu ini.
Masyarakat kini menanti apakah komitmen ini akan berbuah tindakan konkret di ruang-ruang sidang DPRD Kepulauan Tanimbar.
Hutan Yamdena adalah warisan yang tidak ternilai. Dan kini, ada seorang wakil rakyat yang menyatakan siap memperjuangkannya.














Komentar