Piru, Maluku– Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bersama Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang SBB berkolaborasi menggelar dialog publik kepemudaan dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026.
Kegiatan bertema “Merajut Persatuan, Membangun Kolaborasi: Menakar Arah Pemuda Seram Bagian Barat di Tengah Perubahan Zaman” itu dirancang sebagai ruang diskusi terbuka untuk membahas tantangan, peran, serta kontribusi pemuda terhadap pembangunan daerah.
Ketua PC IMM SBB, Iwan Faisal Tuhuteru, Kamis (22/10) mengatakan kolaborasi dengan HMI merupakan upaya membangun ruang dialog yang mempertemukan berbagai elemen kepemudaan untuk membicarakan persoalan daerah dan masa depan generasi muda.
Menurut Tuhuteru, peringatan Sumpah Pemuda tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi perlu menjadi momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong keterlibatan pemuda dalam merespons berbagai persoalan sosial.
“Semangat Sumpah Pemuda harus kita aktualisasikan dalam kehidupan hari ini. Pemuda tidak cukup hanya berbicara tentang persatuan, tetapi juga harus membangun kolaborasi dan mengambil bagian dalam menjawab persoalan yang dihadapi masyarakat,” demikian gagasan yang diusung dalam agenda dialog tersebut.
Ia menilai, pemuda SBB memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam berbagai sektor, mulai dari pendidikan, sosial, ekonomi, politik, kebudayaan hingga pembangunan daerah. Namun, potensi itu membutuhkan ruang aktualisasi dan komunikasi yang terbuka agar gagasan serta aspirasi generasi muda dapat berkembang menjadi kontribusi nyata.
Di tengah perubahan zaman, pemuda juga menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi dan media sosial, persoalan pendidikan, keterbatasan lapangan kerja, kondisi ekonomi, partisipasi sosial, hingga isu lingkungan menjadi sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian bersama.
Dalam konteks tersebut, dialog publik yang digagas IMM dan HMI SBB diharapkan menjadi forum untuk mempertemukan beragam pandangan, termasuk dari organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, akademisi, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan komunitas.
Forum ini juga diarahkan untuk membuka ruang kritik, pertukaran gagasan, serta perumusan rekomendasi mengenai arah pembangunan kepemudaan di Kabupaten Seram Bagian Barat.
Pelibatan berbagai unsur dinilai penting karena persoalan kepemudaan tidak dapat diselesaikan hanya oleh organisasi mahasiswa ataupun pemerintah. Diperlukan komunikasi dan kolaborasi lintas sektor agar kebutuhan, potensi, dan tantangan generasi muda dapat dipahami secara lebih menyeluruh.
Melalui kegiatan tersebut, IMM dan HMI SBB mendorong agar momentum Sumpah Pemuda menjadi titik temu untuk memperkuat solidaritas antarkelompok pemuda sekaligus membangun kesadaran kolektif tentang tanggung jawab generasi muda terhadap masa depan daerah.
Dialog publik ini diharapkan tidak hanya menghasilkan diskusi, tetapi juga melahirkan gagasan yang dapat ditindaklanjuti sebagai bagian dari upaya memperluas partisipasi pemuda dalam pembangunan Seram Bagian Barat.***














Komentar