Ambon, Maluku — Pemerhati Kebijakan Publik dan Politik Maluku, Drs. H. Darul Kutni Tuhepaly, menyoroti kesenjangan antara kapasitas desain terminal penumpang Bandara Pattimura Ambon dan jumlah penumpang yang dilayani setiap tahun. Selain persoalan kapasitas, fenomena kabut asap juga diminta menjadi perhatian serius pemerintah daerah menjelang perayaan Natal 2026.
Kepada media di Ambon, Jumat (23/10/2026), Tuhepaly mengatakan, pemerintah daerah perlu berpikir keras untuk mengantisipasi berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu kelancaran transportasi udara, terutama menjelang meningkatnya mobilitas masyarakat pada periode Natal dan Tahun Baru.
Menurutnya, kabut asap yang berpotensi mengganggu jarak pandang penerbangan tidak boleh dipandang sebagai persoalan biasa. Pemerintah daerah perlu mengambil langkah antisipatif dan berkoordinasi dengan instansi terkait agar dampaknya terhadap aktivitas penerbangan dapat diminimalkan.
“Pemerintah daerah harus berpikir keras dan mencari solusi konkret untuk mengatasi persoalan kabut asap ini, apalagi menjelang Natal. Jangan sampai masyarakat yang ingin merayakan Natal dan berkumpul bersama keluarga justru menghadapi kendala perjalanan akibat persoalan yang sebenarnya bisa diantisipasi,” ujarnya.
Ia menilai, langkah penanganan perlu dilakukan secara terkoordinasi dengan memperhatikan sumber dan perkembangan kabut asap, termasuk upaya pencegahan serta penanganan kebakaran hutan dan lahan apabila menjadi pemicunya.
Selain aspek keselamatan dan kelancaran penerbangan, kesiapan pelayanan di Bandara Pattimura juga menjadi perhatian.
Tuhepaly menyebut terminal penumpang yang dirancang untuk melayani 800 ribu penumpang per tahun kini disebut telah melayani sekitar satu juta penumpang.
Dengan angka tersebut, jumlah penumpang telah melampaui kapasitas desain awal sekitar 200 ribu orang atau 25 persen. Kondisi ini, menurutnya, perlu menjadi dasar evaluasi dalam perencanaan pengembangan fasilitas terminal.
“Pertumbuhan jumlah penumpang harus diimbangi dengan kesiapan infrastruktur. Ketika kapasitas desain terminal 800 ribu penumpang per tahun, sementara jumlah yang dilayani sudah mencapai sekitar satu juta, maka pengembangan fasilitas perlu menjadi perhatian,” ungkap Tuhepaly.
Sorotan tersebut muncul di tengah perkembangan terbaru Bandara Pattimura setelah gedung terminal penumpang resmi mengantongi Sertifikat Laik Fungsi (SLF) dari Pemerintah Kota Ambon pada September 2026.
Sertifikat itu diserahkan langsung Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, kepada General Manager Bandara Pattimura, Johan Seno Acton, di Kantor Wali Kota Ambon, 23 September 2026.
Namun, Tuhepaly menilai, kelaikan fungsi bangunan dan kecukupan kapasitas pelayanan merupakan dua aspek berbeda yang sama-sama perlu diperhatikan.
SLF berkaitan dengan kelaikan fungsi bangunan, sedangkan kemampuan terminal mengakomodasi pertumbuhan penumpang membutuhkan perencanaan pengembangan fasilitas yang terukur.
Dalam konteks itu, rencana pengembangan terminal melalui beautifikasi, penambahan gate dan garbarata perlu disertai kejelasan mengenai tahapan pelaksanaan, target penyelesaian, serta tambahan kapasitas yang akan dihasilkan.
Ia mengingatkan, pemerintah dan pengelola bandara perlu memastikan kesiapan pelayanan tidak hanya dari sisi bangunan, tetapi juga dari aspek kenyamanan penumpang, kelancaran proses keberangkatan dan kedatangan, serta antisipasi terhadap gangguan operasional akibat kondisi cuaca maupun kabut asap.
Menurut Tuhepaly, momentum menjelang Natal dan Tahun Baru seharusnya menjadi kesempatan untuk mengevaluasi kesiapan seluruh fasilitas dan sistem pelayanan transportasi udara di Maluku.
“Basudara umat Kristiani sebentar lagi akan merayakan Natal. Jangan sampai pelayanan bandara terkesan seperti pelayanan kapal perintis, padahal penumpang sudah membayar mahal,” pungkasnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama pengelola bandara dan instansi teknis terkait segera menyiapkan langkah konkret agar persoalan kapasitas terminal maupun potensi gangguan penerbangan akibat kabut asap tidak menjadi hambatan bagi masyarakat menjelang perayaan Natal.***














Komentar