Piru, Maluku– Menghadapi musim kemarau berkepanjangan yang berdampak pada ketersediaan air bersih, Pemerintah Negeri Piru bersama Polres Seram Bagian Barat (SBB), Polsek Piru, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura (Unpatti) menggelar bakti sosial membersihkan Bak Air Nama di kompleks Kantor Desa Piru, Kecamatan Seram Barat, Jumat (30/10/2026).
Kegiatan tersebut melibatkan sekitar 100 personel Polres SBB dan Polsek Piru yang dipimpin langsung Wakapolres SBB Kompol Piter Matahelemual. Turut terlibat Raja Negeri Piru Simon Manupassa, 53 mahasiswa KKN Unpatti Angkatan 53 Gelombang I Tahun 2026, Angkatan Muda Cabang Soli Deo Gloria Piru, staf pemerintah negeri, serta para kepala dusun.
Pembersihan dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama untuk menjaga ketersediaan sumber air bersih bagi masyarakat, khususnya di tengah kondisi musim kemarau yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten SBB.
Air Nama sendiri merupakan salah satu sumber air bersejarah bagi masyarakat Negeri Piru. Keberadaannya memiliki nilai penting karena telah dimanfaatkan masyarakat secara turun-temurun sejak zaman leluhur.
Salah satu tokoh masyarakat asli Piru, Maku Titawano, menjelaskan bahwa sumber air tersebut dikenal tidak pernah mengalami kekeringan, sekalipun menghadapi musim kemarau panjang. Meski debit air mengalami penurunan, ketersediaannya tetap terjaga dan menjadi salah satu sumber kehidupan masyarakat setempat.
Wakapolres SBB Kompol Piter Matahelemual mengatakan, pembersihan Bak Air Nama dilakukan agar masyarakat dapat memanfaatkan sumber air tersebut secara lebih baik dan sehat, terutama ketika kebutuhan air bersih meningkat akibat musim kemarau.
“Di musim kemarau ini, kami harus menguras dan membersihkan Air Nama agar masyarakat bisa memanfaatkan air bersih ini dengan baik. Apalagi, Air Nama merupakan sumber air bersejarah yang sudah ada sejak zaman leluhur,” ungkapnya.
Menurut Piter, keterlibatan kepolisian dalam kegiatan tersebut merupakan bagian dari kepedulian sosial terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan memperoleh air bersih.
Tidak hanya melalui kegiatan pembersihan, Polres SBB juga menyatakan kesiapan membantu penyaluran air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.
“Kami dari pihak kepolisian siap menyuplai air bersih sampai ke tempat-tempat yang membutuhkan. Karena itu, masyarakat di Kabupaten Seram Bagian Barat yang mengalami kekurangan air bersih dapat menghubungi pihak Polres SBB,” ujarnya.
Sementara itu, Raja Negeri Piru Simon Manupassa menyampaikan apresiasi kepada Polres SBB, Polsek Piru, Angkatan Muda Cabang Soli Deo Gloria, dan mahasiswa KKN Unpatti yang telah mengambil bagian dalam membantu pemerintah negeri membersihkan Bak Air Nama.
Menurutnya, kegiatan tersebut bukan sekadar aksi bersih-bersih, melainkan bentuk kebersamaan dalam menjaga sumber air yang memiliki nilai sejarah sekaligus manfaat langsung bagi kehidupan masyarakat Piru.
“Kami merespons baik keterlibatan Polres, Polsek Piru, Angkatan Muda Cabang Soli Deo Gloria, dan mahasiswa KKN Unpatti yang sudah bersama-sama membantu pemerintah negeri membersihkan Bak Air Nama ini. Air ini merupakan salah satu sumber air bersejarah yang tidak pernah kering, meskipun menghadapi musim kemarau panjang,” kata Manupassa.
Ia juga mengimbau masyarakat agar turut menjaga kebersihan dan kelestarian Air Nama sehingga keberadaannya tetap dapat dimanfaatkan oleh generasi mendatang.
“Saya berharap kita semua dapat menjaga Air Nama ini. Sebab, tanpa air, kita tidak bisa hidup. Karena itu, saya mengimbau masyarakat Negeri Piru yang mengalami kekeringan atau kehabisan air di pekarangan rumah agar dapat datang mengambil air di Air Nama untuk kebutuhan konsumsi,” imbaunya.
Kegiatan ini memperlihatkan kolaborasi antara pemerintah negeri, aparat kepolisian, organisasi kepemudaan, dan mahasiswa dalam merespons kebutuhan dasar masyarakat. Di tengah ancaman kekeringan, keberadaan sumber air seperti Air Nama menjadi aset penting yang perlu dijaga bersama.
Selain memastikan sumber air bersejarah tersebut tetap terawat, kegiatan ini diharapkan meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa menjaga sumber air bersih merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah, tetapi seluruh elemen masyarakat.***














Komentar