Sampah Menggunung, Disperindag Dinilai Tak Mampu Tata Gedung Baru Pasar Mardika

- Jurnalis

Sabtu, 25 Januari 2025 - 10:48 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Akibat menggunungnya sampah di tempat pembuangan sementara (TPS), yang berada di belakang gedung baru Pasar Mardika, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Pemerintah Provinsi Maluku (Pemprov) dinilai tak mampu menata kawasan sekitar.

Karena selain sampah yang berserakan dan menggunung, pedagang kaki lima atau PKL di kawasan sekitar juga tak bisa ditata dengan baik pula. Diperkirakan sekitar tiga bulan, sampah-sampah di kawasan sekitar belum juga diangkut.

Karena itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Maluku, diharapkan agar bisa melakukan penataan di sana. Tanggung jawab ini dibebankan kepada Disperindag, lantaran dinilai menjadi kewenangan petugas persampahan instansi terkait.

Wa Anisa, salah satu pedagang Pasar Mardika mengaku kesal lantaran sikap apatis yang ditunjukan Pemprov Maluku, dalam hal ini Disperindag. Kekesalan ini karena menggunungnya sampah hingga mengeluarkan bau tidak sedap.

“Sudah mau hampir 2 bulan terakhir sampah di Gedung Pasar baru ini belum diangkat oleh Disperindag. Mereka terkesan cuek bahkan banyak alasan. Seng (tidak) sama Pemerintah Kota Ambon, tiap hari dorang angkat sampah terus yang ada di sekitaran luar gedung,” ungkap Anisa, Jumat (24/1/2025) kemarin.

Menurut dia, mestinya itu menjadi tugas mereka karena berkapasitas sebagai pengelola Gedung Pasar Modern empat lantai tersebut. Ihwal ini, kata Anisa, berbeda dengan Pemerintah Kota Ambon yang setiap harinya melakukan pembersihan, padahal itu bukan kewenangan mereka.

“Sampah organik dari berbagai jenis itu merupakan bekas buangan dari para pedagang maupun warga yang hendak berbelanja. Dan itu tanggung jawab pihak pengelolah,” ujar Anisa kesal.

Senada, Karman Arif yang juga berdagang di wilayah itu pun mengungkap, sampah di kawasan gedung baru tersebut hanya diangkut tiga bulan sekali oleh pihak pengelolah, yakni Disperindag Provinsi Maluku.

Baca Juga :  Wali Kota Ambon Turun Langsung Tinjau Hunian Korban Kebakaran Bentas

“Padahal kita rutin membayar restribusi,” ujarnya.

Olehnya mereka berharap, agar ada penangan sampah secara menyeluruh di gedung baru Pasar Mardika. Minimal bisa ditangani secara serius, karena polusi sampah sangat mengganggu dan berdampak pada gangguan pernapasan, baik terhadap para pedagang atau pembeli.

“Sudah hampir 3 bulan dorang seng datang angkat sampah. Anehnya, dorang tar punya jadwal angkut sampah yang tetap. Padahal katong selalu bayar uang restribusi, termasuk biaya bersih-bersih tiap hari. Biar bau busuk katong tetap saja jalan,” keluhnya dengan dialog Ambon. (**)

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT