SPX Express Diduga Manipulasi Pengiriman, Konsumen Dirugikan, Pemkot Ambon Diminta Bertindak!

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Maret 2025 - 06:40 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Sejumlah pelanggan SPX Express Kota Ambon mengaku kecewa dengan buruknya pelayanan yang diberikan oleh jasa pengiriman tersebut. SPX Express diduga memanipulasi prosedur pengiriman paket, menyebabkan konsumen mengalami kerugian dan kehilangan barang yang telah dibayar.

Seorang pelanggan berinisial IR mengungkapkan kekesalannya setelah paket pesanannya tak kunjung tiba, meskipun di aplikasi tercatat sudah dalam perjalanan ke lokasi penerima. Namun, hingga hari ketiga, IR tidak menerima paketnya sama sekali.

“Saya cek di aplikasi, status paket saya sudah dikirim ke alamat. Tapi nyatanya, saya belum terima apa pun. Ini jelas merugikan!” ujar IR dengan nada kecewa, Kamis (27/03).

Yang lebih mengejutkan, beberapa hari kemudian pihak SPX Express justru menginformasikan bahwa paketnya telah dikembalikan atau “return” tanpa alasan yang jelas.

Padahal, paket tersebut sudah lunas dibayar oleh konsumen saat pembelian.

Pemerintah Kota Ambon Wajib Ambil Sikap

Pelanggan mendesak SPX Express untuk segera bertanggung jawab atas paket yang telah mereka return serta memperbaiki sistem manajemen dan layanannya.

Selain itu, masyarakat juga meminta Pemerintah Kota Ambon turun tangan dalam mengawasi kinerja perusahaan ekspedisi yang beroperasi di wilayahnya.

Sebagai pelaku usaha, SPX Express wajib tunduk pada Undang-Undang Perlindungan Konsumen (UUPK) No. 8 Tahun 1999, yang mengharuskan mereka untuk:

  • Beritikad baik dalam menjalankan usaha.
  • Memberikan informasi yang benar, jelas, dan jujur tentang kondisi dan jaminan barang/jasa.
  • Melayani konsumen dengan benar dan tidak diskriminatif.
Baca Juga :  Tambang Cinnabar Iha Ditertibkan, Latukaisupy Tekankan Keamanan

Jika Pemerintah Kota Ambon tidak segera mengambil langkah, bukan tidak mungkin semakin banyak pelanggan yang dirugikan oleh praktik tidak profesional SPX Express.

Hingga berita ini diterbitkan, SPX Express Ambon belum memberikan tanggapan resmi terkait keluhan ini.

Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam memilih jasa pengiriman, terutama jika perusahaan mulai menunjukkan indikasi manipulasi dan mengabaikan hak konsumen.***

Tonton keluhan pelanggan lainnya disini: https://www.facebook.com/share/r/15dbEhq1S1/

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT
Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah
BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla
Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses
ICMI Maluku Gelar Maluku Business Forum 2026, Jusuf Kalla Tiba di Ambon Disambut Pangdam Pattimura dan Wagub
Dukungan Menteri untuk Industri Sagu SBT Dipertegas di Forum Rapimnas KADIN
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 08:21 WIT

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 November 2026 - 05:23 WIT

Pemprov Maluku Dorong 1.713 Lulusan Unpatti Jadi Penggerak Inovasi dan Pembangunan Daerah

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Senin, 2 November 2026 - 02:20 WIT

Pemprov Papar Kondisi Ekonomi Maluku dalam Bisnis Forum ICMI, Harapkan Masukan Jusuf Kalla

Minggu, 1 November 2026 - 14:29 WIT

Danrindam XV/Pattimura Tegaskan Dugaan Penganiayaan Sertu A.H Diproses

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT