Jabatan Berakhir, Dana BOS Tetap Dicairkan: Praktik Janggal Eks Kepsek SMA 30 Malteng

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 14 April 2025 - 11:46 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku— Dugaan penyalahgunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) mencuat di SMA Negeri 30 Maluku Tengah. Mantan Kepala Sekolah, Dayanti Sarpan, disebut masih mencairkan dana BOS meski secara resmi telah digantikan dari jabatannya.

Menurut informasi yang diterima redaksi dari sumber yang enggan disebutkan namanya, Surat Keputusan (SK) pergantian Kepala Sekolah diterbitkan pada 13 Februari 2025. Serah terima jabatan pun dilakukan keesokan harinya, 14 Februari 2025, kepada kepala sekolah yang baru, Darmayanti Karmen.

Namun, fakta mencengangkan terungkap. Sebelum dan sesudah proses pergantian jabatan tersebut, Dayanti Sarpan masih melakukan pencairan dana BOS.

Baca Juga :  30 UMKM Warnai HUT Malteng, Gubernur Ajak Pelaku Usaha Berkreativitas

“Pencairan pertama terjadi pada 30 Januari 2025 sebesar Rp200 juta—saat ia masih menjabat. Sementara pencairan kedua dilakukan pada 26 Februari 2025, sebesar Rp90 juta, atau 12 hari setelah dia tidak lagi memiliki kewenangan sebagai kepala sekolah,” ungkap sumber media ini.

Pencairan kedua inilah yang kemudian menimbulkan kecurigaan. Pasalnya, seluruh urusan administrasi dan keuangan sekolah seharusnya telah beralih ke kepemimpinan baru.
Sementara, berdasarkan data terakhir, sisa saldo dana BOS di rekening sekolah hanya sekitar Rp400 ribu.

Baca Juga :  Ratusan Saksi Diperiksa, Penyidikan Bansos Malteng Masih Bergulir

Sumber tersebut meminta aparat penegak hukum, baik Polres Maluku Tengah maupun Kejaksaan Negeri, untuk segera turun tangan melakukan penyelidikan terhadap dugaan penyelewengan dana tersebut.

“Ini menyangkut kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pendidikan. Jangan sampai praktik seperti ini dibiarkan tanpa pertanggungjawaban,” ujar sumber tersebut.

Untuk diketahui, SMA Negeri 30 berada di desa Walang Spancibi, Kecamatan Kepulauan Banda, kabupaten Maluku Tengah, provinsi Maluku. ***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah
Bang Ozan Perjuangkan 17.225 Hektare Lahan HPK, Buka Peluang Kesejahteraan Petani Maluku Tengah
BINAIYA Foundation: Perjuangan Bang Ozan buka Harapan Baru Petani Maluku Tengah
Warga Lokal Sebut Laporan LSM Baladaya Bermasalah Tanpa Verifikasi Lapangan; Dia Tinggal di Jawa Barat
Karhutla Sebulan Tak Tertangani, Warga Tutup Jalan Trans Seram di Pertigaan Saleman
Tujuh Saksi Kembali Diperiksa, Kejari Dalami Aliran Dana Bansos Rp8,1 Miliar
KAMMI Malteng Dorong Pelantikan PW KAMMI Maluku Menjadi Ajang Konsolidasi Besar Kader dan Alumni se-Maluku
Ratusan Saksi Diperiksa, Penyidikan Bansos Malteng Masih Bergulir

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 05:51 WIT

69 Tahun Masohi: Merawat Semangat Gotong Royong, Meneguhkan Arah Pembangunan Maluku Tengah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:47 WIT

Bang Ozan Perjuangkan 17.225 Hektare Lahan HPK, Buka Peluang Kesejahteraan Petani Maluku Tengah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:25 WIT

BINAIYA Foundation: Perjuangan Bang Ozan buka Harapan Baru Petani Maluku Tengah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:15 WIT

Warga Lokal Sebut Laporan LSM Baladaya Bermasalah Tanpa Verifikasi Lapangan; Dia Tinggal di Jawa Barat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:15 WIT

Karhutla Sebulan Tak Tertangani, Warga Tutup Jalan Trans Seram di Pertigaan Saleman

Berita Terbaru