Masohi, Maluku,- Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Maluku, yang dijadwalkan berlangsung di Ambon pada 6 Juni 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, serta mempererat silaturahmi kader dan alumni KAMMI se-Maluku.
Harapan tersebut disampaikan Ketua Umum KAMMI Daerah Maluku Tengah, Sultan Syaifullah Mussa. Rabu (03/06/2026).
Menurutnya, pelantikan tidak hanya dimaknai sebagai agenda seremonial, tetapi harus menjadi ruang pertemuan seluruh elemen KAMMI guna menyatukan visi dan memperkuat semangat perjuangan organisasi.
“Pelantikan ini harus menjadi titik temu seluruh keluarga besar KAMMI di Maluku. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat persaudaraan, membangun komunikasi yang lebih baik, dan menyatukan energi perjuangan organisasi,” kata Sultan dalam keterangannya pada media ini.
Ia menilai, penguatan konsolidasi internal menjadi kebutuhan penting bagi KAMMI Maluku agar mampu menjalankan fungsi kaderisasi, advokasi, dan pengabdian kepada masyarakat secara lebih efektif.
Karena itu, seluruh kader maupun alumni diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap kepengurusan yang memiliki legitimasi organisasi dan dasar hukum yang jelas.
Sultan juga mengajak seluruh kader untuk menjaga persatuan di tengah berbagai dinamika yang berkembang dalam organisasi. Menurutnya, setiap perbedaan pandangan harus diselesaikan melalui mekanisme yang diatur dalam konstitusi organisasi.
“Kami mengajak seluruh kader untuk mengedepankan persatuan dan menjaga marwah organisasi. Perbedaan merupakan hal yang wajar, namun penyelesaiannya harus melalui mekanisme organisasi yang sah dan konstitusional,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pelantikan PW KAMMI Maluku harus menjadi momentum penguatan legitimasi organisasi sekaligus peneguhan arah gerakan KAMMI dalam menghadapi berbagai agenda strategis di tingkat daerah maupun nasional.
Dengan semangat persaudaraan dan kebersamaan, KAMMI Malteng optimistis pelantikan tersebut dapat menghadirkan kembali kekuatan kolektif kader dan alumni dalam membangun organisasi yang solid, berintegritas, serta tetap berkontribusi bagi kemajuan masyarakat dan pembangunan daerah.
“Sudah saatnya seluruh kader dan alumni bersatu, memperkuat barisan, dan fokus pada agenda-agenda perjuangan yang lebih besar demi kemaslahatan umat, bangsa, dan daerah,” tutup Sultan.*





































































Discussion about this post