Tujuh Saksi Kembali Diperiksa, Kejari Dalami Aliran Dana Bansos Rp8,1 Miliar

- Jurnalis

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:24 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Masohi, Malteng,- Penyidikan dugaan tindak pidana korupsi penyaluran bantuan sosial (bansos) Tahun Anggaran 2023 pada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Maluku Tengah senilai Rp8,1 miliar terus bergerak maju.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Masohi kembali memeriksa tujuh saksi yang dinilai memiliki keterkaitan penting dalam perkara tersebut.

Ketujuh saksi berasal dari lingkungan Dinas Koperasi dan UKM Maluku Tengah, yakni Bendahara Pengeluaran Retna Winary, Kepala Bidang Pemberdayaan Usaha Mikro Ratih Fitriyanty Djalangkara, Penata Layanan Operasional Burhan Karepesina, serta empat verifikator bansos masing-masing Anong La Husen, Edelina Helena Folatfindu, RA Handayani Hassannusi, dan Nindyah Hasba Sari Tuahena.

Pemeriksaan dilakukan untuk mendalami proses penyaluran bantuan sosial, mekanisme verifikasi penerima manfaat, hingga pertanggungjawaban penggunaan anggaran yang kini menjadi objek penyidikan.

Perkembangan penyidikan tersebut mendapat perhatian dan dukungan dari berbagai elemen masyarakat sipil. Ketua LSM PUKAT, Fahri Asyathry, menegaskan pentingnya konsistensi aparat penegak hukum dalam mengusut tuntas perkara yang menyangkut dana publik tersebut.

Menurut Fahri, masyarakat menaruh harapan besar agar penyidikan dapat mengungkap secara terang pihak-pihak yang bertanggung jawab apabila ditemukan adanya penyimpangan dalam pengelolaan maupun penyaluran bansos.

“Dana yang dipersoalkan merupakan anggaran yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat. Karena itu publik berharap kasus ini dituntaskan secara profesional dan transparan,” kata Fahri, Kamis (04/06/2026).

Ia menilai, pemanggilan kembali sejumlah saksi menunjukkan bahwa proses penyidikan masih terus berjalan dan semakin mengarah pada pengungkapan fakta-fakta penting dalam perkara tersebut.

Baca Juga :  Usai Bertemu Dua Raja, Bupati Malteng Serahkan Santunan Korban Tawuran Pelajar

Fahri juga menegaskan bahwa masyarakat akan terus mengawal jalannya proses hukum agar penanganan kasus tidak berhenti di tengah jalan dan dapat memberikan kepastian hukum yang jelas.

“Peran masyarakat sipil adalah mengawasi dan memastikan setiap perkara korupsi yang ditangani aparat penegak hukum berjalan hingga tuntas. Harapan publik sederhana, kasus ini dapat diungkap secara terang benderang sehingga menghadirkan rasa keadilan bagi masyarakat,” ujarnya.

Hingga saat ini, Kejari Masohi masih terus mengumpulkan keterangan dan alat bukti guna mengungkap dugaan korupsi bansos senilai Rp8,1 miliar tersebut.*

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bang Ozan Perjuangkan 17.225 Hektare Lahan HPK, Buka Peluang Kesejahteraan Petani Maluku Tengah
BINAIYA Foundation: Perjuangan Bang Ozan buka Harapan Baru Petani Maluku Tengah
Warga Lokal Sebut Laporan LSM Baladaya Bermasalah Tanpa Verifikasi Lapangan; Dia Tinggal di Jawa Barat
Karhutla Sebulan Tak Tertangani, Warga Tutup Jalan Trans Seram di Pertigaan Saleman
KAMMI Malteng Dorong Pelantikan PW KAMMI Maluku Menjadi Ajang Konsolidasi Besar Kader dan Alumni se-Maluku
Ratusan Saksi Diperiksa, Penyidikan Bansos Malteng Masih Bergulir
Soekarno Cup 2026 Jadi Ajang Pencarian Talenta Muda Maluku ke Tingkat Nasional
Dukungan ke Rusbani Silawane Diapresiasi Birokrat Daerah dan Struktural Partai

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 05:47 WIT

Bang Ozan Perjuangkan 17.225 Hektare Lahan HPK, Buka Peluang Kesejahteraan Petani Maluku Tengah

Jumat, 30 Oktober 2026 - 06:25 WIT

BINAIYA Foundation: Perjuangan Bang Ozan buka Harapan Baru Petani Maluku Tengah

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 06:15 WIT

Warga Lokal Sebut Laporan LSM Baladaya Bermasalah Tanpa Verifikasi Lapangan; Dia Tinggal di Jawa Barat

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 05:15 WIT

Karhutla Sebulan Tak Tertangani, Warga Tutup Jalan Trans Seram di Pertigaan Saleman

Kamis, 4 Juni 2026 - 15:24 WIT

Tujuh Saksi Kembali Diperiksa, Kejari Dalami Aliran Dana Bansos Rp8,1 Miliar

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT