TANIMBAR, Trending-Maluku.com, – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Pemuda 51 Seira menggelar aksi damai di halaman Kantor Kecamatan Wermaktian, Selasa (2/6/2026).
Aksi yang melibatkan lima ketua karang taruna dan sebagian besar pemuda setempat ini dipicu oleh kebuntuan pelaksanaan pertemuan lanjutan yang dinilai krusial bagi nasib nelayan Andon di tahun 2026.
Dalam orasinya, para pemuda mendesak Pemerintah Kecamatan, lima kepala desa se Seira, serta anggota BPD dari lima desa untuk segera menggelar pertemuan kedua.
Agenda utama pertemuan tersebut adalah menyepakati aturan baku dalam pengoperasionalan nelayan Andon (nelayan musiman/pendatang) yang akan mulai berjalan pada 2026.
“Rapat pertama sudah dilakukan, namun tidak menghasilkan poin-poin tegas yang bisa dijadikan pegangan bersama. Akibatnya, suasana di lapangan tidak nyaman, baik bagi nelayan, pembeli, maupun pihak pemuda dan pemerintah desa,” ujar salah satu koordinator aksi.
Kondisi semakin memanas karena hingga hampir dua bulan berjalan, tidak ada langkah konkret dari kecamatan maupun pemerintah desa untuk memfasilitasi pertemuan kedua. Padahal, tanpa kesepakatan yang jelas, dikhawatirkan akan timbul gesekan sosial di lapangan.
Tiga Tuntutan Utama yang Disuarakan
Selain mendesak percepatan rapat kedua, pemuda 51 Seira juga menyampaikan tiga poin kritis yang tertuang dalam pernyataan sikap mereka:
Pembatalan Surat Edaran Kecamatan Wermaktian yang berisi himbauan pemindahan armada ke Petuanan Bersadi. Menurut pemuda, surat edaran tersebut tidak sesuai dengan kesepakatan hasil rapat pertama.
Penolakan tegas terhadap pembeli ikan dari luar yang tidak memiliki KTP Kabupaten Kepulauan Tanimbar. Mereka menuntut prioritas bagi warga lokal.
Penolakan kapal-kapal tanpa izin lengkap. Pemuda menduga adanya oknum yang sengaja membiarkan dan melindungi kapal-kapal ilegal tetap beroperasi.
Mereka meminta Dinas Perikanan Provinsi Maluku dan Kabupaten, Gugus Pulau, TNI Angkatan Laut, serta Polisi Air (Polair) untuk menindak tegas mafia atau agen yang melawan aturan negara.
“Kami tidak ingin ada kecurigaan dan ketidaknyamanan berkepanjangan. Oleh karena itu, kami minta pertemuan kedua digelar dalam waktu dekat. Di situlah baru kami akan sampaikan seluruh usulan kesepakatan secara rinci,” tegas perwakilan pemuda 51 Seira di hadapan aparat kecamatan yang menerima aspirasi.
Aksi yang berlangsung tertib dan damai ini akhirnya diterima oleh perwakilan Camat Wermaktian, yang berjanji akan meneruskan tuntutan para pemuda untuk segera ditindaklanjuti.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak kecamatan terkait jadwal pertemuan kedua.







































































Discussion about this post