Sejumlah Titik Terendam Hingga Banjir di Ambon, Aktivis Lingkungan: Ini Ujian Serius 100 Hari Kepemimpinan Bodewin–Ely

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Juni 2025 - 10:53 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Hujan deras yang mengguyur Kota Ambon Senin (2/6/2025) menyebabkan banjir dan terendamnya sejumlah titik, di kawasan padat penduduk dan wilayah produktif di jantung kota Manise. Seperti Batu Merah, Kawasan Samratulangi, A. Y Patty hingga kawasan Al-Fatah Ambon.

Peristiwa ini dinilai sebagai ujian penting dalam 100 hari kerja Pemerintah Kota Ambon di bawah kepemimpinan Wali Kota Bodewin M Wattimena dan Wakil Wali Kota Ely Toisutta.

Aktivis dan pemerhati lingkungan Maluku, Herman Nurlette, menyampaikan bahwa banjir harus dipandang sebagai musibah, bukan semata-mata kesalahan pemerintah.

Namun demikian, ia menekankan pentingnya melihat bagaimana pemerintah kota menangani musibah secara cepat, sistematis, dan terorganisir.

“Slogan Pak Bodewin, Beta par Ambon, Ambon par samua, harus tercermin dalam tindakan nyata. Banjir ini ujian yang sangat serius. Apakah pemerintah hanya bicara atau benar-benar turun tangan?” ujar Herman.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Solusi Teknis,  Wawali Ambon Dorong Kesadaran Sosial dalam Cegah Konflik Sosial

Menurutnya, intensitas hujan adalah faktor utama yang memicu banjir. Namun, ia mengingatkan bahwa kualitas penanganan pemerintah daerah menjadi tolok ukur utama di tengah situasi darurat seperti ini.

“Kita bukan sedang ribut soal cara mencegah hujan, karena jelas ini musibah. Tapi bagaimana seluruh sumber daya daerah bisa diorganisir dengan baik. Di sinilah masyarakat wajib mengawal dan memberi masukan, bukan sekadar menuding,” tegasnya.

Nurlette juga menyatakan bahwa publik sering kali hanya melihat wali kota sebagai satu-satunya pihak yang bisa mencegah atau menyebabkan banjir, padahal ada banyak faktor lain—termasuk sistem drainase, alih fungsi lahan, tata ruang yang tidak disiplin, hingga lemahnya kontrol pembangunan.

“Yang sering terjadi, publik menyalahkan wali kota seolah-olah satu-satunya penentu banjir. Padahal kita tahu, faktor X lainnya tak kalah besar. Banjir itu problem struktural, dan bukan hanya di Ambon, di banyak kota lain juga terjadi hal serupa,” katanya.

Baca Juga :  Petrus Fatlolon Hormati Putusan Hakim, Siap Ungkap Fakta di Persidangan

Lanjut Herman menilai, kinerja Wali Kota Bodewin Wattimena dan Wakil Wali Kota Ely Toisutta selama 100 hari kerja telah menunjukkan komitmen dalam menata kota, termasuk penataan pasar, pelayanan publik, dan penguatan pelayanan kelurahan.

Namun, musibah banjir menjadi tolak ukur penting dalam aspek mitigasi dan manajemen risiko bencana, yang menurutnya perlu ditingkatkan.

“Prestasi boleh ditunjukkan dalam banyak sektor, tapi urusan bencana ini menyangkut keselamatan warga. Maka perlu dibuktikan bahwa Pemkot bukan hanya reaktif, tapi punya perencanaan matang jangka panjang,” pungkasnya.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri
Dukung Langkah Kodam XV/Pattimura, GEMA – MA Tekankan Penataan Yang Taat Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT