Keamanan Rentan, DPRD Kota Ambon Minta Penambahan Personel dan Perlengkapan Polisi

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 21 Agustus 2025 - 04:01 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Anggota DPRD Kota Ambon dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Dapil IV Teluk Ambon Baguala, Erol Da Costa, mengecam lemahnya kinerja aparat kepolisian dalam menjaga keamanan di wilayah Teluk Ambon.

Ia menegaskan, keterbatasan jumlah personel dan minimnya perlengkapan pengamanan tidak bisa lagi ditoleransi, mengingat tingginya potensi kerawanan di kawasan tersebut.

“Kalau Kota Ambon tidak aman, jangan harap ada investasi masuk. Investor pasti takut. Kita harus jujur, kondisi keamanan sekarang sangat rapuh,” tegas Da Costa di Ambon, Rabu (20/08) kemarin.

Menurutnya, insiden yang terjadi beberapa waktu lalu menjadi bukti nyata betapa aparat tidak siap menghadapi situasi genting. Dari rekaman video yang beredar, terlihat masyarakat panik dan tidak terlindungi, sementara jumlah aparat di lapangan sangat minim.

Da Costa juga menyoroti lemahnya struktur komando di tingkat Polsek. Ia menilai, pimpinan Polsek Teluk Ambon seharusnya minimal berpangkat Ajun Komisaris Polisi (AKP), bukan sekadar Inspektur Satu (IPTU).

“Bagaimana bisa koordinasi dan keputusan lapangan cepat kalau pimpinannya tidak punya kewenangan lebih tinggi?” ujarnya.

Lebih jauh, ia mengkritik keras fasilitas kepolisian yang menurutnya jauh dari standar.

“Tidak ada senjata, tidak ada alat pengendalian massa. Aparat seakan dibiarkan tanpa perlindungan. Ini sangat berbahaya. Minimal harus ada perlengkapan preventif sambil menunggu bantuan tambahan,” katanya.

Baca Juga :  Pemkot Ambon Gencar Tertibkan Anak Jalanan, Walikota Imbau Orang Tua Lebih Peduli

Politisi PAN itu menegaskan, Teluk Ambon adalah kawasan rawan karena selain padat penduduk juga terdapat dua kampus besar, Universitas Pattimura dan Politeknik Negeri Ambon.

Tanpa pengamanan maksimal, potensi konflik bisa meluas sewaktu-waktu.

“Peningkatan perlengkapan aparat tidak bisa ditunda. Pasukan antisipasi (Ansus) harus ditambah, dan pos tetap wajib didirikan di titik rawan. Kalau ini tidak segera dilakukan, masyarakat akan terus hidup dalam ketakutan,” tandas Da Costa.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri
Dukung Langkah Kodam XV/Pattimura, GEMA – MA Tekankan Penataan Yang Taat Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT