Kosong Melompong Pasar Baru Mardika, Ketua Apma Minta Pemda Duduk Bersama Pedagang

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 24 Juni 2024 - 09:17 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, — Peresmian pasar baru Mardika Ambon oleh  Irjen. Pol (Purn) Murad Ismail (MI) pada 18 April 2024 lalu menyisakan masalah yang cukup serius.

Hal ini karena berkaitan dengan urusan teknis para pedagang. Akibatnya, pasar megah dengan nilai ratusan Miliard itu sepi.

Gedung baru pasar Mardika dibangun pada 30 Desember 2021 dan rampung pembangunan pada 22 Juli 2023, dengan konstruksi 4 lantai yang menggunakan Anggaran Kementerian Umum dan Perumahan Rakyat senilai Rp. 134.863.524.850 (Seratus Tiga Puluh Empat Miliard Delapan Ratus Enam Puluh Tiga Juta Lima Ratus Dupuluh Empat Ribu Delapan Ratus Lima Puluh Rupiah)  dan menampung sekitar 1.700 pedagang.

Media ini melakukan penelusuran ke Pasar Baru Mardika sejak Sabtu 22 Juni hingga 24 Juni mejumpai sejumlah relitas yang mengiris. Puluhan lapak kosong , begitupun kios.

Salah satu pedagang yang enggan dituliskan namanya mengakui kekosongan itu terjadi karena porsi dan nilai pajak yang tidak masuk akal.

“Mahal baru kecil saja bos,” singkat dia menghindari pertnyaan susulan.

Namun dia sempat meminta untuk dilanjutkan aspirasinya kepada pemerintah. Kiranya dapat memberikan atensi serius perihal realitas di pasar baru Mardika.

Baca Juga :  Kolaborasi PW Pemuda Muhammadiyah Maluku OTW Pilkada 2024 Damai Tanpa Hoax

“Bos jang tulis beta nama lai. Intinya, beta pedagang sama dengan yang lain. Katong sebagaian seng dapa tampa, kalau dapa pun kacil baru mahal.”

“Bilang pemerintah ator akang bae bae dolo baru resmi. Kalau bagini kan lia sunyi model ini,” ungkap dia dengan dialeg khas Ambon.

Terpisah,  Ketua Asosiasi Pedagang Mardika (APMA) kota Ambon dimintai tanggapan perihal tersebut, mengakui telah mengetahui sejak awal.

Dia bahkan mengaku, pedagang makin meradang dengan harga lapak Pasar mardika Baru, ditambah masih banyak yang belum memiliki tempat.

Alham menegaskan, persoalan pedagang yang berjualan di badan jalan, itu murni keterpaksaan akibat dari tidak memiliki tempat.

“Pemerintah segera duduk bersama dengan seluruh pihak terkait untuk membicarakan persoalan pasar yang kian hari semakin rumit. Penggusuran dan penertiban tidak akan pernah efektif karna sebagian besar mereka tidak punya tempat di gedung baru,” tegas Alham mengusulkan.

Diakui, penertiban dengan model apapun tetap pedagang kembali lagi menempati tempatnya masing-masing. Karena disitu satu-satunya tempat setelah pembagian dan mereka tidak dapat. Selain itu, propesi dan keahlian para pedagang hanya bisa berjualan untuk menyambung hidup.

Baca Juga :  Majelis Taklim BRI Ambon Berbagi Kepedulian untuk Pesantren Ittaqullah Kebun Cengkeh

“Iini hanya meninggalkan luka dan trauma bagi pedagang serata menimbulkan ketidak stabilan ekonomi pasar yang akan berimbas keseluruh pelaku UMKM, sopir, ojek, buruh pikul dan distributor.

“Pemerintah harus hati hati dan lebih bijak memberikan soulusi, yang lebih manusiawi, berkeadilan bila duduk bersama mencari jalan terbaik,” beber Alham.

Alham menyatakan, posisi  kebanyakan pedagang saat ini dilematis pasca covid19 tahun lalu. Pasalanya, massa pandemic, banyak pedagang terpakasa harus kredit di bank,koperasi dan rentenir untuk menambah modal akibat kontraksi hebat dampak covid19 yang berlangsung beberapa bulan dan berdampak masif sampai saat ini.

Perlawanan pedagang saat ini sudah barang tentu berkaitan dengan sejumlah persoalan yang ada.

“Mereka pada dasarnya mencari kesejahteraan tapi hanya sekedar bertahan hidup dengan berbagai beban kredit yg semakin memberatkan mereka. Ini preseden buruk perekonomian kota Ambon. Kedepan kalau  tidak segera diatasi, maka akan sangat berdampak,” jelas Alham.

Alham lantas menambahkan, seharusnya pemerintah dan DPRD memanggil pihak  bank untuk merestrukturisasi ulang kredit-kredit  pedagang dan memberikan stimulus bagi mereka untuk mempercepat pemulihan ekonomi pasar. Bukan justru mematikan pedagang seperti sekarang.

“Pedagang itu ujung tombak penggerak ekonomi. Tanpa kita sadari dengan melakukan penggusuran ribuan pedagang sama halnya kita semua sedang bunuh diri sendiri  karna jantung ekonomi kita sedang kita rusak sendiri dan kita akan sakit semua,” pungkas.*** CNI-04

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM
PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan
SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi
Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu
Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!
54 Atlet Panjat Tebing Ambon Bakal Bersaing Rebut Tiket POPMAL 2027
Yayasan Manumata Rumah Cinta Gandeng RSUD Kota Ambon Gelar Pelayanan Kesehatan Gratis bagi 150 Warga Lateri
Dukung Langkah Kodam XV/Pattimura, GEMA – MA Tekankan Penataan Yang Taat Hukum

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 04:00 WIT

BPC HIPMI Ambon dan Kanwil Kemenkum Maluku Bahas Kolaborasi Perlindungan HKI bagi Pelaku UMKM

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:02 WIT

PAMA Dukung 17 Program Prioritas Pemkot Ambon, Sangadji: Pemuda Harus Jadi Motor Pembangunan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:32 WIT

SIKENDALI AMBON Jadi Strategi Baru Pemkot Antisipasi Ancaman Inflasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:44 WIT

Kodam Pattimura Gelar FGD, Pangdam Setop Sementara Pembangunan Waitomu

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:38 WIT

Pelayanan Feri Kacau, Tuhepaly Sentil Gubernur: Tak Mampu Kerja, Jangan Kerja!

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT