Home / SBB

Dugaan Pungli di Wisata Air Putri, Pemkab SBB Diminta Bertindak

Avatar photo

- Jurnalis

Kamis, 27 Februari 2025 - 08:48 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku– Penarikan biaya masuk pengunjung dan retribusi pedagang di kawasan wisata Air Putri, Dusun Wayoho, Desa Kawa, Kecamatan Seram Barat, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), sejak 4 Februari 2025 hingga kini diduga merupakan praktik pungutan liar (pungli).

Dugaan ini mencuat lantaran objek wisata tersebut dikelola oleh PT Saka Mese Nusa Utama, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemkab SBB, yang saat ini menghentikan operasionalnya akibat sengketa kepemilikan lahan.

Direktur Utama PT Saka Mese Nusa Utama, Muhammad Jais Patty, mengonfirmasi bahwa pengelolaan wisata Air Putri telah dihentikan sejak adanya pemberitahuan dari pengadilan mengenai sengketa tanah antara keluarga almarhum Umar Elly dan keluarga Rosmina.

“Sejak 4 Februari 2025, kami tidak lagi mengelola Air Putri, termasuk menangguhkan penagihan biaya masuk dan retribusi pedagang hingga sengketa lahan diselesaikan,” ujar Patty, Rabu (26/2/2025).

Senada dengan itu, Kepala Bagian Ekonomi Pemkab SBB, Rudi F. Patty, menegaskan bahwa pemerintah daerah dan BUMD tidak melakukan aktivitas atau penagihan di Air Putri sejak penghentian operasional tersebut.

“Saya sudah instruksikan BUMD untuk tidak melakukan aktivitas di Air Putri hingga ada keputusan hukum final terkait sengketa lahan,” kata Rudi, Kamis (27/2/2025).

Baca Juga :  DPD KBHI SBB Kecam PT. SIM: Diduga Picu Konflik dan Merugikan Masyarakat

Namun, di lapangan, pungutan masih terjadi. Salah satu pengunjung mengaku tetap diminta membayar tiket masuk tanpa diberikan karcis resmi.

“Kami heran, biasanya dapat tiket, tapi sekarang tidak. Saat ditanya, petugas hanya bilang mereka diperintahkan untuk menagih biaya masuk,” ujar pengunjung yang enggan disebut namanya.

Tarif masuk yang dikenakan sebesar Rp5.000 per orang, Rp10.000 untuk kendaraan roda dua, dan Rp20.000 untuk kendaraan roda empat.

Praktik pungutan ini menimbulkan pertanyaan, terutama mengenai aliran dana yang dipungut. Publik pun mendesak pemerintah daerah segera menindak tegas pihak-pihak yang bertanggung jawab agar kepercayaan terhadap pengelolaan wisata daerah tetap terjaga.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Taniwel Timur Apresiasi Pangdam Pattimura, Jembatan Merah Putih Jadi Harapan Baru Empat Negeri
Hadapi Kemarau, Polres SBB dan Pemdes Piru Bersihkan Sumber Air Bersejarah Air Nama
Jambore Posyandu SBB 2026 Resmi Dibuka, Maya Baby Lewerissa Dorong Peningkatan Kualitas Kader
Dari Kajian ke Aksi Kolaborasi, IMM dan HMI Ajak Pemuda SBB Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah
Terkendala Sertifikat Tanah, Bangun Kantor DPRD SBB Baru Jadi Opsi
Bupati SBB Pimpin Apel Hari Santri 2026, Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
Kapolres SBB: Santri Punya Peran Strategis Jaga Persatuan dan Wujudkan Indonesia Emas
Meriahkan Sumpah Pemuda 2026, IMM dan HMI SBB Kolaborasi Gelar Dialog Publik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:27 WIT

Masyarakat Taniwel Timur Apresiasi Pangdam Pattimura, Jembatan Merah Putih Jadi Harapan Baru Empat Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:20 WIT

Hadapi Kemarau, Polres SBB dan Pemdes Piru Bersihkan Sumber Air Bersejarah Air Nama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:15 WIT

Jambore Posyandu SBB 2026 Resmi Dibuka, Maya Baby Lewerissa Dorong Peningkatan Kualitas Kader

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:07 WIT

Dari Kajian ke Aksi Kolaborasi, IMM dan HMI Ajak Pemuda SBB Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:28 WIT

Terkendala Sertifikat Tanah, Bangun Kantor DPRD SBB Baru Jadi Opsi

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT