Dua Terdakwa Korupsi Proyek DAM Parit di Malteng Divonis Setahun Bui

Avatar photo

- Jurnalis

Selasa, 4 Maret 2025 - 09:34 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku– Majelis Hakim Pengadilan Negeri Ambon menjatuhkan vonis 1 tahun penjara kepada dua terdakwa kasus korupsi pembangunan DAM Parit di Desa Sariputih, Kecamatan Seram Utara Timur Kobi, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng).

Kedua terdakwa, H. Waridin selaku Ketua Kelompok Tani Harapan Maju dan Ahmad Riyadi selaku bendahara, divonis bersalah dalam sidang yang dipimpin oleh Hakim Ketua Martha Maitimu, didampingi dua hakim anggota lainnya, pada Selasa (04/03/2025).

Putusan ini lebih ringan dibanding tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Maluku Tengah, Azer Jongker Orno, yang sebelumnya menuntut hukuman 1 tahun 6 bulan penjara bagi keduanya.

Majelis Hakim menyatakan bahwa kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sesuai dengan Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 Tahun 2001, jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP.

“Mengadili kedua terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun, subsider 3 bulan. Selain itu, kedua terdakwa diwajibkan membayar denda sebesar Rp50 juta. Jika denda tidak dibayar, maka diganti dengan hukuman penjara selama 3 bulan,” kata majelis hakim dalam putusannya.

Manipulasi Proyek yang Rugikan Negara

Kasus ini bermula dari dugaan manipulasi bahan bangunan dalam proyek pembangunan DAM Parit yang dibiayai melalui dana bantuan dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Maluku Tengah pada tahun anggaran 2021, dengan total anggaran sebesar Rp327 juta.

Baca Juga :  Polisi Ringkus Dua Pemuda di Ambon, Diduga Terlibat Narkoba

Proyek yang menggunakan sistem swakelola ini seharusnya mengacu pada Surat Perjanjian Kerja Sama (SPKS) antara Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura dengan Kelompok Tani Harapan Maju.

Namun, dalam pelaksanaannya, pembelian bahan material dan pekerjaan tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah disepakati, sehingga mengakibatkan penyalahgunaan dana dan menimbulkan kerugian negara.

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu
Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak
Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot
Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”
Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang
Kasus Kematian Fikram Heluth, Pengacara Keluarga Desak Kapolda Maluku Evaluasi Penyidikan
Karhutla Sebulan Tak Tertangani, Warga Tutup Jalan Trans Seram di Pertigaan Saleman
Polresta Ambon Bantah Tudingan Anak 13 Tahun Dipaksa Tiru Tanda Tangan Tersangka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:48 WIT

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:00 WIT

Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIT

Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:28 WIT

Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:26 WIT

Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang

Berita Terbaru