- Dari Pelabuhan Luhu hingga pemberdayaan desa, IMM SBB mencatat langkah konkret Pemkab Seram Bagian Barat dalam 100 hari pertama. Saatnya kolaborasi lebih luas dengan pemuda!

Piru, Maluku– Ketua Umum Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Seram Bagian Barat, Iwan Paisal Tuhuteru, melalui keterangan resminya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Bupati Ir. Asri Arman, MT dan Wakil Bupati Selfianus Kainama atas langkah-langkah strategis dan progresif yang telah diambil dalam 100 hari pertama masa kepemimpinan mereka.
IMM menilai bahwa salah satu langkah visioner yang layak diapresiasi adalah kunjungan Bupati ke Kementerian Perhubungan guna mendorong percepatan pembangunan Pelabuhan Penyeberangan Luhu.
Infrastruktur ini dipandang sebagai gerbang ekonomi baru bagi masyarakat Huamual dan sekitarnya, sekaligus penghubung logistik yang vital dalam mendukung sektor kelautan dan perdagangan di wilayah Seram Bagian Barat.
Keseriusan pemerintah daerah dalam menyiapkan lahan serta membangun koordinasi dengan pemerintah pusat menjadi bukti komitmen nyata terhadap peningkatan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.
Selain itu, IMM juga memberikan apresiasi atas pendekatan pembangunan yang berorientasi pada desa dan pemberdayaan masyarakat.
Pertemuan dengan Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (PDTT), yang membahas program seperti Koperasi Desa Merah Putih, Program TEKAD, serta pengembangan desa nelayan dan fasilitas tambatan perahu, dinilai sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam membangun dari pinggiran.
Dalam konteks Seram Bagian Barat yang memiliki banyak desa tertinggal, program-program ini sangat relevan. IMM mendorong pelibatan aktif pemuda dan mahasiswa dalam proses sosialisasi, serta mendorong transparansi dalam pengelolaan dan alokasi dana desa agar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Sinergi yang ditunjukkan pemerintah daerah melalui kunjungan ke kementerian juga menjadi catatan positif.
Ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Seram Bagian Barat tidak bekerja secara sektoral atau parsial, melainkan membangun kemitraan strategis dengan pemerintah pusat untuk mempercepat pembangunan.
Pendekatan kolaboratif ini penting agar Seram Bagian Barat tidak tertinggal dari agenda pembangunan nasional, sekaligus untuk mendapatkan dukungan kebijakan dan anggaran yang berpihak pada daerah-daerah 3T (tertinggal, terluar, dan terdepan).
IMM Seram Bagian Barat menyampaikan sejumlah harapan untuk ke depan.
Pertama, keterlibatan pemuda dalam proses pembangunan harus diperluas. IMM siap berperan sebagai mitra kritis yang konstruktif, khususnya dalam pengawasan dan evaluasi program di sektor pendidikan, kesehatan, serta pemberdayaan pemuda.
Kedua, IMM mendorong percepatan realisasi proyek strategis seperti pembangunan Pelabuhan Luhu agar manfaatnya segera dirasakan oleh masyarakat.
Ketiga, aspek transparansi dan akuntabilitas perlu diperkuat melalui pemanfaatan platform digital sebagai media publikasi progres proyek dan anggaran, sehingga masyarakat dapat ikut memantau dan memberikan masukan.
Keempat, perhatian khusus perlu diberikan pada sektor pendidikan dan ketenagakerjaan, terutama melalui program beasiswa bagi mahasiswa asal SBB dan pelatihan kerja bagi pemuda pengangguran.
Sebagai penutup, IMM Seram Bagian Barat menyampaikan penghargaan atas kerja keras dan strategi kolaboratif yang telah ditunjukkan oleh Bupati dan Wakil Bupati dalam 100 hari pertama ini.
IMM berharap langkah-langkah ke depan dapat semakin masif dan inklusif, dengan melibatkan elemen pemuda sebagai bagian integral dari proses pembangunan daerah. Semoga Kabupaten Seram Bagian Barat terus bergerak maju di bawah kepemimpinan yang responsif dan berorientasi pada perubahan.***














Komentar