Tebar Teror di Kampung Baru Paperu, Dua Saudara Dituntut Satu Tahun Penjara

Avatar photo

- Jurnalis

Senin, 2 Juni 2025 - 10:06 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Ambon, Maluku – Dua terdakwa dalam perkara penganiayaan, Yacobis Luhukay dan Frensya Luhukay, dituntut pidana penjara selama satu tahun oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Ambon, Endang Anakoda, dalam sidang yang digelar di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (2/6/2025).

Sidang dipimpin oleh Hakim Ketua Martha Maitimu, didampingi Hakim Anggota Iqbal Albanna. Dalam surat tuntutan, JPU menyatakan kedua terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan, sebagaimana diatur dalam Pasal 351 ayat (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

“Menjatuhkan pidana penjara selama satu tahun kepada masing-masing terdakwa, dengan perintah agar tetap berada dalam tahanan,” ujar JPU membacakan tuntutannya di hadapan majelis hakim.

Baca Juga :  KNPI Maluku Tegaskan Sikap: Tolak Provokasi, Dukung Penuh Hendrik Lewerissa

Perkara ini bermula dari peristiwa kekerasan yang terjadi pada Minggu, 8 Desember 2024, sekitar pukul 18.11 WIT di Kampung Baru, Sektor Ora Et Labora, Negeri Paperu, Kecamatan Saparua, Kabupaten Maluku Tengah. Kedua terdakwa ditangkap bersama barang bukti berupa dua bilah parang dengan pegangan kayu berwarna ungu dan coklat, masing-masing dilapisi cat serta kain.

Korban dalam perkara ini, Peiter Soukotta, mengalami sejumlah luka dan keluhan fisik akibat penganiayaan yang dilakukan oleh kedua terdakwa.

Hal tersebut diperkuat dengan hasil Visum et Repertum Nomor: 445-3.67/Vis.et.Rep/RSUD.S/XII/2024, yang diterbitkan oleh RSUD Saparua pada tanggal yang sama, dan ditandatangani oleh dr. Theo Vito Buyang.

Perkara ini kini tengah memasuki tahap akhir pemeriksaan di persidangan dan menunggu agenda pembelaan dari penasihat hukum terdakwa sebelum putusan dijatuhkan oleh majelis hakim.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu
Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak
Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot
Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”
Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang
Kasus Kematian Fikram Heluth, Pengacara Keluarga Desak Kapolda Maluku Evaluasi Penyidikan
Karhutla Sebulan Tak Tertangani, Warga Tutup Jalan Trans Seram di Pertigaan Saleman
Polresta Ambon Bantah Tudingan Anak 13 Tahun Dipaksa Tiru Tanda Tangan Tersangka

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Rabu, 21 Oktober 2026 - 06:48 WIT

Persempit Jalur Peredaran Narkoba, Dirresnarkoba Polda Maluku Pimpin Razia Gabungan di Pelabuhan Hitu

Jumat, 16 Oktober 2026 - 12:00 WIT

Aktivitas Pengolahan Emas Kembali Disorot, Polda Maluku dan Kodam Pattimura Diminta Buka Mata soal Gunung Botak

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIT

Oli Palsu Diduga Jadi Mainan, Kasus Pembunuhan Tak Terungkap, PMPI Maluku Desak Kapolres Bursel Dicopot

Kamis, 15 Oktober 2026 - 22:28 WIT

Rekening Fadel Rumakat Terima Transferan Rp75 Juta, Dugaan Pemerasan di Teluk Ambon; Publik Ingat Kontroversi “100 Ton Narkoba”

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:26 WIT

Surati Kapolda Maluku, Kuasa Hukum Soroti Lambannya Pengungkapan Kematian Fikram Heluth di Kawasan Tambang

Berita Terbaru