Home / SBB

DPRD SBB Tanggapi Hilangnya Tunjangan Guru Terpencil, Rapat Gabungan Komisi Hasilkan Langkah Strategis

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 21 Juni 2025 - 02:35 WIT

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

🙏 Ayo Dukung Jurnalisme Kritis dan Obyektif

Piru, Maluku– Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) menggelar rapat gabungan lintas komisi pada Jumat (20/6/2025), guna merespons polemik penghapusan tunjangan guru daerah terpencil sejak tahun 2020 oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Rapat yang berlangsung di ruang sidang paripurna DPRD SBB, Gunung Malintang, Kota Piru ini, melibatkan Komisi I, II, dan III serta dihadiri oleh para camat, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan koordinator wilayah (korwil) satuan pendidikan dari sejumlah kecamatan terdampak.

Ketua rapat, Arif Pamana, dalam sambutannya menekankan pentingnya pembahasan ini sebagai bentuk pembelaan terhadap hak-hak guru di wilayah-wilayah yang secara geografis masih tergolong terpencil. Ia menyoroti kebijakan penghapusan tunjangan yang dianggap tidak sejalan dengan kondisi riil di lapangan, khususnya di Kecamatan Kepulauan Manipa, Taniwel, Taniwel Timur, dan Elpaputih.

“Kita ingin agar para guru yang telah mengabdi di daerah terpencil mendapatkan kembali haknya. Realitas geografis di SBB belum banyak berubah, tetapi tunjangan itu justru dihapus,” tegas Pamana.

Salah satu pemapar, La Kadir Tomia, Korwil Pendidikan Kecamatan Kepulauan Manipa, mengungkapkan bahwa sejak 2020 para guru di Pulau Manipa tidak lagi menerima tunjangan daerah terpencil, padahal secara geografis Manipa termasuk wilayah terluar dan berbatasan langsung dengan Kabupaten Buru.

“Lucunya, guru-guru di Pulau Kelang yang letaknya berdekatan justru masih menerima tunjangan. Ini menunjukkan adanya ketimpangan kebijakan,” ungkap Tomia.

Hal serupa juga disampaikan oleh para korwil dari Kecamatan Taniwel, Taniwel Timur, dan Elpaputih. Bahkan, di Elpaputih disebutkan bahwa hanya satu guru di satu sekolah yang menerima tunjangan, sementara guru lainnya tidak mendapatkannya sama sekali.

Menanggapi paparan tersebut, Pamana memberikan kesempatan kepada perwakilan OPD yang hadir untuk menyampaikan pandangan serta solusi yang memungkinkan.

Hasil rapat menyepakati pentingnya pengajuan surat keputusan (SK) dari Bupati SBB sebagai dasar hukum agar Kemendikbudristek meninjau kembali kebijakan penghapusan tunjangan tersebut.

Baca Juga :  Peluncuran UMKM Desa Waesala: Dorong Kesejahteraan Ekonomi Masyarakat Lokal

Rapat kemudian di-skors untuk pelaksanaan ibadah salat Jumat dan dilanjutkan kembali hingga menghasilkan satu keputusan awal: pembentukan tim identifikasi di setiap OPD terkait untuk mengkaji ulang dampak kebijakan penghapusan tersebut. Hasil kajian akan disampaikan dalam rapat lanjutan yang akan digelar oleh DPRD.

Meski rapat tidak dihadiri oleh Ketua DPRD, Wakil Ketua I, dan Wakil Ketua II karena sedang berada di luar daerah, jalannya forum berlangsung konstruktif.

Menutup rapat, Arif Pamana menegaskan bahwa DPRD SBB berkomitmen mengawal hak-hak guru di wilayah terpencil agar kembali dipulihkan.

“Kami tidak akan tinggal diam. Ini soal keadilan bagi para pendidik di garis depan. Jika faktanya masih terpencil, maka negara harus hadir melalui kebijakan yang adil dan berbasis realita,” pungkas Pamana.***

Follow WhatsApp Channel trendingmaluku.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masyarakat Taniwel Timur Apresiasi Pangdam Pattimura, Jembatan Merah Putih Jadi Harapan Baru Empat Negeri
Hadapi Kemarau, Polres SBB dan Pemdes Piru Bersihkan Sumber Air Bersejarah Air Nama
Jambore Posyandu SBB 2026 Resmi Dibuka, Maya Baby Lewerissa Dorong Peningkatan Kualitas Kader
Dari Kajian ke Aksi Kolaborasi, IMM dan HMI Ajak Pemuda SBB Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah
Terkendala Sertifikat Tanah, Bangun Kantor DPRD SBB Baru Jadi Opsi
Bupati SBB Pimpin Apel Hari Santri 2026, Tekankan Peran Santri Menuju Indonesia Emas
Kapolres SBB: Santri Punya Peran Strategis Jaga Persatuan dan Wujudkan Indonesia Emas
Meriahkan Sumpah Pemuda 2026, IMM dan HMI SBB Kolaborasi Gelar Dialog Publik

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊


Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:27 WIT

Masyarakat Taniwel Timur Apresiasi Pangdam Pattimura, Jembatan Merah Putih Jadi Harapan Baru Empat Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:20 WIT

Hadapi Kemarau, Polres SBB dan Pemdes Piru Bersihkan Sumber Air Bersejarah Air Nama

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:15 WIT

Jambore Posyandu SBB 2026 Resmi Dibuka, Maya Baby Lewerissa Dorong Peningkatan Kualitas Kader

Jumat, 30 Oktober 2026 - 05:07 WIT

Dari Kajian ke Aksi Kolaborasi, IMM dan HMI Ajak Pemuda SBB Ambil Peran dalam Pembangunan Daerah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:28 WIT

Terkendala Sertifikat Tanah, Bangun Kantor DPRD SBB Baru Jadi Opsi

Berita Terbaru

Trend Kesehatan

Diseminasi Studi Kelayakan Program Hilirisasi Sagu Kabupaten SBT

Senin, 2 Nov 2026 - 08:21 WIT